Lebaran Sambil Mencicipi Panganan Raja Indragiri

GenPI Kuliner
Kamis, 07 Juni 2018 09:06
Nilai Artikel :

Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau memiliki panganan khas ketika perayaan hari raya Idul Fitri. Panganan khas itu adalah Bolu Berendam dan Kue Asidah. Kedua panganan itu memiliki lekatan dengan perjalanan sejarah panjang Indragiri sebagai sebuah kerajaan yang pernah berjaya. Baik Bolu Berendam maupun Kue Asidah adlah kudapan favorit raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Indragiri.

Bolu yang kita kenal pada umumnya hasil panggangan oven atau dikukus. Tapi beda halnya dengan Bolu Berendam. Panganan khas masyarakat Melayu ini disajikan dalam keadaan basah atau berkuah. 

Kuah pada bolu ini unik guys. Bahannya adalah larutan gula yang diberi tambahan cengkeh, kayu manis dan adas. Kombinasi itu menghasilkan bolu dengan cita rasa yang sangat unik. Jadi nggak heran jika tahun 2017 silam, kudapan favorit raja-raja Indragiri ini meraih juara pertama  kategori makanan tradisional terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API). Bolu Berendam juga dan pernah tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori sajian kue bolu terbanyak dengan  jumlah mencapai 100 ribu. 

Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membuat bolu ini. Ada pula bumbu mistisnya, karena banyak pantangan atau yang harus diikuti. Contohnya, pembuat kue  nggak boleh menggunakan bantuan alat-alat bertenaga listrik. Selain itu nggak boleh bikin kue ini kalau sedang  datang bulan dan tidak boleh berkata-kata kasar. Kalau pantangan itu dilanggar, hasil akhir tidak akan mamsimal. Malah berbau anyir. 

Lain lagi dengan kue Asidah. Kudapan khas masyarakat Inhu ini adalah hasil dari perpaduaan tepung terigu dengan rempah-rempah seperti kayu manis, daun pandang, hingga cengkeh.

Kue asidah memiliki tekstur yang lembut dengan sensasi rasa manis.  Teknik penyajian Kue Asidah terbilang unik, guys. Masyarakat Riau biasanya menyantap Asidah dengan menambahkan bawang goreng sebagai topping. Kombinasi rasa manis dan gurih bawang goreng membuat rasa kue ini semakin unik saja. Belakangan, lantaran turut terkena modernisasi, ada juga yang menggunakan meses sebagai toppingnya.

Sama seperti saat membuat Bolu Berendam ada pantangan yang harus tak boleh dilanggar saat membuat kue ini. Selsin itu ada aturan juga ketika menyantap kudapan para raja ini. Kamu  harus menyantap Asidah dimulai dari bagian bawah, karena jika diambil langsung dari bagian atas, kamu dapat dianggap tidak sopan.

Gimana, guys? Keren yah dua kudapan khas masyarakat Inhu tersebut! Ini membuat kita semakin bangga menjadi bangsa Indonesia. Keberagaman kuliner yang kita miliki nggak bakal ditemukan di belahan bumi lain. Yuk, kalau liburan lebaran ini kamu bertandang ke Indragiri Hulu, jangan lupa menyantap Bolu Berendam dan Kue Asidah yah! Dijamin nagih.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : GenPI Regional Riau




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI