Situ Cipanten yang Ngangenin

GenPI JAWA BARAT
Minggu, 13 Mei 2018 21:22
Nilai Artikel :

Hari  Minggu (13/5),kami, Genpi Jawa Barat, berkesempatan mengunjungi Situ Cipanten. Kunjungan tersebut mereka lakukan setelah mengikuti acara Deklarasi GenPI Majalengka.   Situ Cipanten adalah obyek wisata di desa Gunung Kuning Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka. Kesan yang bisa ditangkap ketika mengunjungi situ natural ini adalah senang dan gembira. Apa lagi bisa bisa gowes dengan sampan bebek yang tersedia di sana.

Uniknya, kami boleh mencoba gowes sampan bebek itu dengan gratis oleh pengelola situ. Itu karena saat itu kami semua menmakai kaos ‘Pesona Indonesia’. Padahal, pengunjung biasa harus membayar Rp 20 ribu untuk bisa memainkan wahana itu.

Di Situ Cipanten kami sempat ngobrol sebentar dengan Yosep henrawan. Ia adalah pengelola tempat wisata tersebut. Yosep bercerita, awalnya situ Cipanten ini merupakan area rawa yang dimanfaatkan untuk mengairi  area persawahan yang ada di bawahnya. Persawahan tersebut berada di Kecamatan Palasah, Leuwimunding, Sukahaji dan Jatiwangi. Namun karena banyak pihak menilai ada banyak sumber mata air, maka sejak 2016, Situ Cipanten kemudian  dikembangkan menjadi obyek wisata.

"Awalnya situ ini untuk irigasi. Mulai tahun 2016, ketika anak-anak muda mulai kritis, kami mulai memproyeksikan kawasan ini sebagai tempat wisata. Lihatlah kini perubahannya," Yosep berkisah dihadapan teman-teman GenPI. 

Yosef menambahkan,  2018 ini Situ Cipanten sudah didatangi puluhan ribu pengunjung dari berbagai wilayah. Saat ini sudah dimusyawarahkan di tingkat desa untuk dianggarkan dalam hal pengelolaannya. Tiga tahun menjadi tempat wisata, Situ Cipanten seudah memiliki beberapa fasilitas. Beberapa di antaranya adalah bebek gowes, rumah apung, spot selfie berbentuk love, jembatan Sunda dan kapal yang menyerupai kapal bajak laut.

"Pengunjung saat akhir pekan bisa mencapai 500 sampai 100- orang. Kebanyakan adalah  warga Cirebon dan Indramayu, termasuk Majalengka." Ungkap Yosep.

Sebagai obyek wisata baru, Situ Cipanten yang luasnya 1,5 hektar itu cukup moncer dalam hal kunjungan wisatawan. Bahkan pada loburan lebaran 2017 lalu, dalam sehari tercatat 3000 pengunjung yang memasuki kawasan ini.  

Pengelolaan Situ Cipanten saat ini pun semaki baik. Itu karena sidah ada alokasi dari dana desa. Pengembaangan yang dilakukan antara lain pelebaran jalan yang menjadi akses masuk ke kawasan ini.  Tujuannya apa lagi kalau bukan untuk membuat wisatawan semakin nyaman saat berlibur ke Situ Cipanten.  "Termasuk ada beberapa fasilitas yakni jembatan cinta, jembatan klenteng,” jelas Yosep.

Nah, kalau kamu ingin merasakan nikmatnya berada di Situ Cipanten, ada tiga jalur yang bisa kamu lalui untuk mencapai tempat ini. Bila kamu berada di dekat terminal dan pasar Rajagaluh‎, bisa ambil  arah Pajajar (ke arah selatan). Sebelum Kantor Kecamatan Sindang, berbeloklah ke arah kanan. Dua menit dari situ, bisa langsung terlihat gada-gada karcis Situ Cipanten. 

Kedua  melalui jalur Tanjung Sari Kecamatan Sukahaji. Dari jalan raya Cigasong-Rajagaluh ini, kamu  tinggal belok menuju Desa Gunung Kuning. Bila lewat jalur ini, dibutuhkan waktu antara 10 sampai 12 menit. Tetap hati-hati, karena jalannya menanjak dan cukup terjal. Kendaraanmu harus dalam kondisi maksimal. 

Kamu juga bisa menempuh jalur Cikeusik Sukahaji. Dari Majalengka Kota, setelah jembatan Cikeruh di Cikeusik, berbeloklah ke arah kanan menuju Desa Bayureja Kecamatan Sindang. Jalur ini menawarkan sensasi lain, yakni jalur berkelok dan menanjak, serta melewati hutan bambu yang tampak terawatt.‎ Setelah itu ada pertigaan, tetaplah lurus menuju arah kantor kecamatan Sindang. Setelah melewati kantor itu, kamu  akan bertemu dengan pertigaan, ambillah  arah kiri. Lalu dua menit kemudian bisa sampai ke Situ Cipanten. 


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : erik diana




JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI