Kemenpar Luncurkan Pesona Wisata Ramadhan

GenPI
Jumat, 18 Mei 2018 08:31
Nilai Artikel :

Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mengajak para wisatawan menikmati paket-paket wisata Ramadan.  Sekaligus, mengajak wisatawan untuk mulai merencanakan kunjungan destinasi. Salah satu destinasi yang bisa dinikmati adalah  destinasi wisata minat khusus, yakni wisata religi guna menyambut libur lebaran bulan depan.

Hal itu diucapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam lauching Pesona Wisata Ramadhan di Jakarta (18/5). Ramadan dan Lebaran, lanjut Menpar,  tidak bisa dipisahkan dengan tradisi ziarah ke makam yang sampai saat ini masih terus dilestarikan. Makam yang ditawarkan untuk dikunjungi dalam paket ini merujuk pada makam-makam Islam kuno dari para tokoh yang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.

Dikemasnya Pesona Wisata Ramadhan ini merupakan implementasi program Kementerian Pariwisata. Tujuannya  untuk mengangkat potensi daya tarik destinasi wisata religi Indonesia yang sangat beragam.  Selain itu, Pesona Wisata Ramadhan diharapkan  meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestic. Dampaknya tentu saja sektor kepariwisataan Indonesia semakin bertumbuh.

Beragam atraksi wisata yang dipromosikan dalam Pesona Ramadan. Atraksi tersebut  meliputi wisata ziarah, baik ziarah kubur ke makam, maupun kunjungan ke masjid. Aktifitas yang dilakukan selama wisata ziarah adalah mengunjungi makam-makam Islam kuno. Kawasan pantai timur Sumatera, khususnya Aceh  biasa jadi destinasi menarik. Itu karena keunikan epitaph (batu nisan) dan epigraph (tulisan pada batu nisan) yang jarang ditemui di lokasi lain di Indonesia.

Selain di Aceh, lokasi makam Wali Songo juga potensial mendatangkan wisatawan. Makam Sunan Gunung Jati (Cirebon), makam Sunan Giri dan Sunan Gresik (Gresik), dan para sunan lainnya ditawarkan untuk dikunjungi dalam Pesona Wisata Ramadan 2018. Dalam program ini, wisatawan juga akan diajak untuk mengunjungi tempat ibadah, seperti masjid, yang biasanya lokasinya terletak berdekatan dengan makam-makam Islam kuno.

Potensi wisata religi ini cukup besar. Data tahun 2014 mencatat, ada 12,2 juta jumlah kunjungan wisatawan (peziarah), dimana 3.000 diantaranya merupakan wisman. Dari jumlah itu, terjadi perputaran uang di destinasi terkait sebesar Rp 3,6 triliun.  Rata-rata jumlah pengeluaran uang wisman mencapai US$ 450.000. Jumlah kunjungan wisatawan, perputaran uang, dan pengeluaran wisman tersebut diprediksi mengalami kenaikan pada tahun 2018 ini.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : Cholis Faizi




JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI