Rekayasa Cuaca Cegah Asap Ganggu Asian Games 2018

GenPI News
Jumat, 18 Mei 2018 15:25
Nilai Artikel :

Kabut asap menjadi kekhawatiran dalam penyelenggaran Asian Games 2018 di Palembang. Wajar saja, memasuki musim kemarau, hutan gambut di beberapa wilayah di Sumatera kerap terbakar dan berdampak pada kabut asap yang mengganggu. Namun dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tindakan pencegahan dilakuan dengan hujan buatan.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memulai program TMC tersebut. Program ini diharapkan bisa menaikan volume dan intensitas hujan di wilayah Sumsel. 

“BMKG sebelumnya sudah menjelaskan kalau Mei sudah masuk musim kering. Upaya harus dilakukan untuk menyikapi kondisi ini. Tujuannya agar potensi asap tidak muncul,” ungkap Sestama BNPB Dody Ruswandi. 

Menaikan intensitas hujan bertujuan membuat gambut ini menjadi basah. Bila gambut tetap basah, maka asumsinya potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan minor. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai Mei ini sampai Juni nanti.

“Sekarang fokus utama membuat gambut ini tetap basah. Langkah ini juga menjadi antisipasi potensi munculnya kebakaran hutan. Pokoknya Asian Games ini harus bebas dari gangguan asap. Untuk itu, ada berbagai upaya yang terus dilakukan,” lanjut Dody. 

Selain Sumsel, antisipasi munculnya asap juga dilakukan di Riau dan Jambi. Dody mengatakan, sinergi dengan instansi lain juga dilakukan. Untuk memastikan air tidak hilang, Badan Restorasi Gambut (BRG) juga dilibatkan. Selain memantau kadar air, kanal-kanal di area gambut juga dibangun untuk mengalirkan air. 

“Kami berharap munculnya potensi asap ini kecil. Untuk itu, berbagai instansi pun dilibatkan di dalam program ini. Kami juga harus memastikan kondisi gambut tetap basah. Air juga harus menyebar merata, makanya dibuatkan kanal-kanal khusus,” imbuhnya.. 


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : wahyu argianto




JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI