Eksotisme Festival Ramadan Ma Parada 2018

GenPI News
Senin, 21 Mei 2018 19:35
Nilai Artikel :

Wilayah timur Indonesia tersohor dengan eksotisme alam dan budayanya. Bahkan eksotisme itu nggak luntur saat merayakan momen-momen khusus keagaman. Yang ada malah  proses inkultirasi, nilai-nailai agama berjalan seirama dengan kearifan lokal setempat. Hasilnya sudah barang tentu kekhasan yang nggak bakal ditemukan di daerah lain.

Kalau kamu mau merasakan Ramadan dengan aura eksotism ang kental, datang saja ke Ternate. Di situ ada Festival Ramadan Ma Parade. Festival ini dirilis oleh Kesultanan Ternate dan akan berlangsung hingga malam Ela-Ela, sebutan setempat untuk malam lailatul Qodar.

Oh ya, Festival Ramadan Ma Parada 2018 digelar di Wilayah Soa-Sio, Kota Ternate Tengah, Maluku Tengah (Malut). Tmpat persisnya adalah di wilayah Jembatan Dodoku Ali.  

Ketua Panitia Festival Ramadan Ma Parada 2018 Farida Abbas mengatakan, tema yang diangkat di Festival Ramadan Ma Parada adalah ‘Cahaya untuk Semua’. “Festival ini untuk menyambut Ramadan juga melestarikan kearifan lokal. Dengan penyelenggaraan Festival Ramadan Ma Parada 2018 ini, diharapkan suasana Ramadan semakin meriah di Ternate. Festival ini juga jadi bagian dari wisata religi,” Farida mengungkapkan.

Festival Ramadan Ma Parada menyuguhkkan 10 lomba bertema keagamaan. Ada lomba Hafiz Alquran, lomba adzan dan Tilawatil Quran. Selain itu, festival ini pun menyajikan lomba Busana. Ada juga lomba Kaligrafi. Yang nggak kalah menariknya adalah lomba Tarian Smrah, Kasidah, hingga Gendang Sahur dan  lomba fotografi. 

“Ada juga lomba Da’i Cilik di sini. Kami ingin memberi ruang tumbuh bagi talenta anak-anak Ternate yang luar biasa. Khusus lomba Fotografi, peserta harus memotret nuansa Ramadan di Malut. Foto-foto itu harus di posting pada media sosial. Nantinya foto juara dilihat dari respon di media sosial,” ujarnya. 

Festival ini nggak semata kompetisi, guys. Ada juga sisi sosialnya . Festival Ramadan Ma Parada 2018 berencana melakukan buka puasa bersama 1.000 anak yatim dan kaum duafa. Pada akhir rangkaian festival, akan diselenggarakan Parade Ela-Ela (Gam Macahaya) dan Takbir Akbar. Rangkaian event digelar secara massal, festival ini melibatkan beragam latar belakang. Dari Bala Kusu Se Kano-Kano hingga akademisi. 

“Ayo datang ke Ternate dan rasakan suasana Ramadan yang eksotis,”pungkas Farida.


Editor : Paskalis Yuri Alfred P
Kontributor : Agus Purwanto




STAY CONNECTED

JOIN OUR INSTAGRAM #GENPI