Mau Wisata Sambil Narsis? Ke Pasar-pasar GenPI Aja

01 Maret 2018 23:56

Yang hobi selfie, senang narsis, spot-spot yang Instagramable, kayanya kalian harus coba ini deh. Namanya Destinasi Digital. Trendnya sekarang lagi in banget. Makin ngetop. Makin banyak dicari.

Model destinasinya simpel banget. Cuma pasar-pasar. Ada pedagang, pembeli, pengunjung. Market offline dan online digabung jadi satu. Yang membedakan, tempatnya diset sangat artistik. Sangat eye catching. Sangat digital lifestyle.Pokoknya kesan pertama pasti jatuh cinta lah.

Naturenya bikin adem. Jajanan pasarnya juga ramah lingkungan. Nggak ada plastik. Nggak ada styrofoam. Semua bahannya diambil dari bahan-bahan alami. Ada yang dari bambu. Ada yang kayu. Ada juga yang dibungkus daun pisang.

Kulinernya? Dijamin maknyuz deh. Semuanya adalah kuliner khas daerah. Mulai Gendar Pecel, Bandeng Cabut duri, Nasi Jagung, Urap Mangrove, Buntil, Dawet Sukun, Klepon, Ketan Kincow, Stik Mangrove dan Rujak ada situ.

Kemudian Soto Pandanaran, Gudeg Wijilan, Cumi bakar, Mangut mrengut, Bakso, Nasi + lontong pecel, Lontong Opor, Nasi Tengkleng, Gemblong goreng, Getuk goreng, gatot, tiwul, Nasi Bakar karetan Batagor, Nasi campur Bali dan aneka minuman segar dan kopi juga menunggu di sana.

“Nggak ngira bakal seheboh ini. Daerah-daerah banyak yang ingin membangun destinasi digital. Dan ini terbuka, bisa darimana saja. Yang penting Instagramable, banyak spot foto, dan spot-spotnya sangat layak diposting di Instagram,” ujar Jhe Ipul, Koordinator GenPI NTB.

Jhe memang tak asal bicara. Semua perkembangan dan kehebohan #DestinasiDigital yang dibuat anak-anak muda millenial yang tergabung di GenPI itu bisa dilihat di Instagram, Facebook, Twitter bahkan YouTube.

Siapa saja, dimana saja, sangat terbuka untuk membuat destinasi yang separo dunia maya, separo dunia nyata itu. “Ini yang sering disebut esteem economy! Aktivitas anak-anak millenial itu lebih eksis di medsos ketimbang di dunia nyata. Mereka butuh pengakuan di medsosnya,” ujarnya.

Gambarannya bisa dengan mudah dilihat di kehidupan sehari-hari. Saat mau makan misalnya. Pertama yang dikeluarkan HP-nya, difoto-foto dulu. Lalu di posting di media sosial, baru makan. Apa saja yang ada di depan mata, dia posting. Jika banyak yang nge-like atau comments, atau bahkan merepost, maka gengsinya semakin naik. “Itulah esteem economy,” ujarnya.

Differentiatingnya, kata dia, adalah destinasi digital yang mengutamakan dekorasi layak Instagram. Sedang, brandingnya atau lebih ke tagline nya adalah Kids Zaman Now.

Sekarang, setiap minggunya pasar-pasar GenPI selalu eksis. Pasar Karetan Semarang, Pasar Kaki Langit Jogja, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Baba Boentjit Palembang, Pasar Tahura Lampung, Pasar Mangrove Batam dan Pasar Bekelir Tangerang, semuanya on.

Yang mau hunting makanan, cemilan, masakan rumahan, semuanya bisa dijumpai di destinasi digital tadi. Mau sekedar selfie juga bisa. Atraksinya pun setiap minggu selalu berganti-ganti. Selalu ada yang baru. Dari mulai tari Melayu, keroncongan, main layang-layang, main gasing, panahan, sampai pesta lampion pun ada. "Dan ini hanya ada di Indonesia lho. Pasti keren. Destinasinya sangat ramah pada generasi zaman now, dan lebih futuristik.Silakan posting di media sosial masing-masing. Dijamin bikin yang lain iri dan ingin datang juga," kata Jhe.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Agus Purwanto

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co