Budi Daya Magot Efektif Kurangi Sampah Organik

17 Juli 2020 12:20

GenPI.co - Sampah masih menjadi persoalan bagi Jakarta. Sebab, tinggi produksi sampah, tetapi belum sebanding dengan penangannanya yang maksimal.

Apalagi, TPST Bantar Gebang yang menjadi pusat pembuangan sampah Jakarta diprediksi akan overload pada 2021. Untuk itu, volume sampah yang dibuang harus ditekan, guna memperpanjang umur TPST.

BACA JUGA: Mal Rongsok Depok Menyediakan Barang Bekas Terlengkap

Salah satunya dengan mengembangkan budi daya magot yang sedang berkembang di Jakarta. Setidaknya dapat mengurangi sampah-sampah organik sehingga tidak lagi dibuang ke TPST.

Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formapel) Hendra Kurnia menjelaskan, magot adalah hewan pemakan sampah-sampah organik. Magot terkenal sangat cepat dan rakus menyantap sisa sayuran dan buah-buahan.

"Dilema persoalan banyak sampah mulai terjawab dengan banyaknya budi daya magot di Jakarta," ujarnya.

Hendra yang fokus mengembangkan Rumah Magot di kawasam Cikini, Jakarta Pusat menjelaskan, satu kilo magot dalam tempat penampungan atau biofon bisa mengonsumsi 3 kali lipat sampah dari jumlahnya.

"Kami punya 6 biofon, setiap biofon berisi sekitar 30 kilo magot. Dalam satu biofon bisa konsumsi 50 sampai 90 kilo sampah dalam satu hari. Jadi, cukup lumayan pengurangan sampai organik," ucapnya.

BACA JUGA: Wajah Awet Muda dengan Produk Kecantikan Ini

Makin menjamurnya budi daya magot dapat menambah metode lain dalam menanggulangi permasalahan sampah. Bank sampah untuk mengurangi sampah an-organik dan kompester untuk sampah organik.(*)
 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya Reporter: Andri Bagus Syaeful

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co