Ekonom Beber Fakta Miris, Pertumbuhan 5 Persen Mustahil Diraih

18 Maret 2021 13:20

GenPI.co - Ekonom Anthony Budiawan mengatakan bahwa rencana untuk menumbuhkan ekonomi Indonesia sebanyak 5 persen merupakan tantangan yang berat.

Pasalnya, ada beberapa indikator yang justru menunjukkan bahwa hampir mustahil pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai lima persen.

BACA JUGA: Moeldoko Bermanuver, Jokowi dan Yasonna yang Jadi Puyeng

“Kecuali ada beberapa keajaiban, tapi kita tahu bahwa keajaiban itu belum pernah terjadi di dalam ekonomi,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Bravos Radio Indonesia, Kamis (18/3).

Anthony memaparkan bahwa dalam jumlah nominal, perekonomian Indonesia pada 2020 turun 400 triliun rupiah dari kondisi dibandingkan dengan 2019.

“Lalu, perekonomian domestik Indonesia itu turun 660 triliun rupiah. Jika membicarakan kuartal dua sampai kuartal empat, itu turun 800 triliun. Kita juga tahu bahwa dari 2019 ke 2020 itu pertumbuhan ekonomi minus 2 persen,” katanya.

Managing Director Political Economy & Policy Study (PEPS) itu menjelaskan jika perekonomian Indonesia ingin ditingkatkan ke lima persen, harus ada penambahan sekitar 1.200 triliun rupiah.

“Bahkan mungkin bisa sampai 1500 triliun rupiah. Itu mau ditambah dari mana? Padahal struktur ekonomi pada masyarakat Indonesia tanpa adanya pandemi juga tak bisa naik sampai 1.500 triliun,” jelasnya.

Pasalnya, struktur perekonomian masyarakat Indonesia itu cenderung tidak mempunyai tabungan.

“Jadi, begitu ekonomi membaik, maka tidak ada tambahan untuk konsumsi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ade Sebut Wacana Daerah Istimewa Minangkabau itu Mengada-ada

Anthony mengatakan bahwa pemerintah diharapkan memberikan stimulus kepada masyarakat.

“Tapi, stimulus untuk belanja negara saja tidak ada, apalagi untuk membantu rakyat-rakyat kecil?” tuturnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co