Mahfud MD Bahas Serangan Umum 1 Maret, Simak Nih

16 November 2021 22:40

GenPI.co - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah langkah strategis untuk mematahkan argumentasi internasional kala itu.

Serangan itu kata Mahfud efektif untuk membuktikan ke dunia internasional bahwa Indonesia masih ada.

Hal itu disampaikan Mahfud saat memberikan Keynote Speech dalam Seminar Nasional ‘Serangan Umum di Jogja: Indonesia Masih Ada’ yang digelar secara daring, Selasa (16/11).

BACA JUGA:  Tegas! Mahfud MD Klaim Pemerintah Tidak Antikritik

“Ini adalah bentuk kolaborasi masyarakat sipil dan militer, dirancang oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan Panglima Jenderal Sudirman, dilaksanakan bersama oleh TNI dan rakyat Yogyakarta,” ujar Mahfud.

Mahfud menekankan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan sama pentingnya dengan meraih kemerdekaan.

BACA JUGA:  Luhut dan Erick Thohir Bisnis PCR? Mahfud MD Angkat Bicara

Hal ini kata Mahfud tercermin jelas dalam Serangan Umum 1 Maret dan mempertahankan kemerdekaan butuh peran serta dan kerja sama.

Mahfud menceritakan, awal Maret 1949, Sultan mendengar akan diselenggarakan rapat Dewan Keamanan PBB soal Indonesia dan Belanda.

Saat itu Sultan berkirim surat ke Panglima Sudirman untuk melakukan Serangan Umum untuk mengusir Belanda.

"TNI dan laskar rakyat berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 Jam,” ujar Mahfud.

Mahfud mengatakan, meski hanya 6 jam, manfaatnya terasa lebih dari 75 tahun hingga saat ini.

Serangan itu efektif mematahkan argumentasi Belanda ke dunia internasional bahwa Indonesia sudah tidak ada dan tidak berjalan efektif.

Hal itu merupakan pembuktian ke Internasional bahwa Indonesia masih ada, bahwa Belanda melakukan agresi bukan sekadar aksi polisional semata.

“Sekarang mungkin ancaman militer sudah jauh berkurang, tetapi bisa jadi suatu saat terjadi, seperti gejolak yang terjadi di Asia, kemudian juga ada ancaman dalam bentuk lain," kata Mahfud.

Berbagai ancaman itu kata Mahfud bisa dihadapi dengan sinergi dan kerja sama antar elemen bangsa. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Landy Primasiwi Reporter: Andi Ristanto

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co