Konsultan Politik Beber Biaya Kampanye Capres, Nilainya Fantastis

30 Juni 2022 16:10

GenPI.co - Konsultan Komunikasi Politik Ipang Wahid membeberkan biaya kampanye capres yang dibutuhkan pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya biaya kampanye pasangan capres-cawapres yang akan berlaga di pilpres 2024 ini tidak murah dan memakan biaya fantastis.

Ipang Wahid sendiri tidak bisa memberi angka pasti berapa biaya yang dibutuhkan bagi capres saat Pilpres 2024 nanti, namun memberi gambaran.

BACA JUGA:  Bambang Pacul Soroti Mahasiswa BEM UI yang Menolak RUKHP

"Kalau awareness-nya belum tinggi pasti lebih mahal. Kalau sekelas Kang Emil Ridwan Kamil, followers nya 16 juta, jauh lebih murah karena aset digitalnya sudah banyak," kata Ipang di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Rabu (29/6).

Akbar Faizal lalu menyebut nama lima tokoh yang masuk dalam lima besar capres versi hasil survei lembaga Burhanuddin Muhtadi.

BACA JUGA:  Dewi Perssik Blak-blakan Hubungan Ranjang bikin enak, Mohon Maaf!

"Katakanlah kita menyebut lima 5 nama hasil survei Burhanudin Muhtadi, Ganjar, Prabowo, Anies, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil," kata Akbar.

Melihat kelima nama ini, Ipang Wahid menilai semuanya sudah memiliki awareness yang tinggi.

BACA JUGA:  Peluang Ganjar Menang Pilpres Besar, Dibanding Puan dan Risma

"Sebaran seperti itu spending per bulan bisa Rp 50 miliar sampai Rp100 miliar untuk media tok. Tergantung kita runningnya berapa bulan," beber Ipang.

Dalam pemenangan capres, Ipang menyebut ada tiga hal yang menyokong yaitu operasi udara, operasi darat dan operasi politik.

Operasi udara adalah strategi para capres bermain di ranah media baik media konvensional seperti media massa maupun media sosial.

Sementara operasi darat adalah dengan cara langsung turun ke masyarakat memperkenalkan capres dan operasi politik adalah meminta dukungan dari ormas, tokoh, dan partai politik.

Menurut Ipang kebutuhan tiga operasi ini berbeda-beda nilainya belum lagi ditambah adanya operasi Hari H.

Menurut Ipang, Penggunaan media tv harus dilakukan bagi capres yang tingkat keterkenalannya rendah.

"Kalau keterkenalannya rendah, tv itu mau nggak mau harus. karena penonton sinetron ibu-ibu banyak," ujar Ipang.

"Satu tayangan di tv Rp 50 juta per 30 detik, 10 spot aja itu uda Rp500 juta per hari. Satu bulan uda Rp 500 miliar. Itu baru tv doang belum placement lainnya," jelasnya.

Penggunaan media sosial dengan konten viralnya pun menurut Ipang tidak bisa diprediksi.

"Yang bisa dipredict menyiapkan influencer, buzzer, ads, itu uda pasti bisa diukur. Itu semua ekuivalen dengan uang," pungkas Ipang Wahid. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2022 by GenPI.co