Potensi Pariwisata Paruh Bengkok

Potensi Pariwisata Paruh Bengkok
Image Caption Here

Burung Paruh Bengkok menjadi target utama dalam perburuan. Spesies ini dan sedang mengalami penurunan populasi yang sangat signifikan karena eksploitasi berlebihan.

Hal tersebut menjadi bahasan dalam dialog interaktif yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku Seksi Konservasi I Wilayah Ternate. Bertempat di Taman Nukila Kota Ternate, Sabtu (25/8), Dialog ini disiarkan langsung oleh RRI Pro 1 Ternate.

“Beberapa satwa yang dilindungi ini adalah endemik Maluku Utara. Jika tidak dijaga,  akan berdampak pada kelestarian alam maupun terhadap bidang pariwisata juga,” terang Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ternate Abas Hurasan yang menjadi narasumber di bincang-bincang itu.

Abas melanjutkan, upaya perlindungan telah dilakukan pihaknya dengan turun langsung ke masyarakat. “Ada banyak juga masyarakat yang masih awam dengan beberapa jenis satwa yang dilindungi,” ia menambahkan.

Dalam wawancara terpisah, Vivin Widyasari dari Burung Indonesia menegaskan, ancaman terbesar di Maluku Utara adalah perdagangan Burung Paruh Bengkok. Dua di antaranya adalah endemik Maluku Utara yaitu Kaka Tua Putih dan Nuri Ternate.

“Bayangkan kalau burung-burung tersebut punah. Padahal, banyak Wisatawan Mancanegara maupun lokal yang rela menabung hanya untuk datang ke Maluku Utara dan ingin melihat burung-burung tersebut di habitat aslinya,” papar Vivin.

Jika dibiarkan, lanjutnya, hal tersebut  akan sangat berdampak pada dunia pariwisata di Maluku Utara. Sebab, burung dan habitanya termasuk wisata minat khusus. Para wisatawan dapat melihat burung-burung tersebut di habitat aslinya dan juga bisa menikmati ke indahan alam di sekitarnya.

“Benchmark-nya di Seram Maluku. Masyarakat di sana sudah mulai mengembangkan wisata pengamatan burung dan penghasilanya cukup besar yang mereka dapat, mulai dari pengelolaan tempat dan juga hasil sebagai pemandu” tambah Vivin.

Vivin berharap Pemda Maluku Utara dan pihak-pihat terkait mau melihat peluang ini.  “Terutama dari dinas pariwisata, Genpi Malut, dan pelaku pariwisata dan masyarakat di Maluku Utara.  Karena ini adalah potensi besar. Kami dari Burung Indonesia siap untuk bekerja sama,” tutup Vivin.



RELATED NEWS

KULINER