1 Mei jadi Hari Buruh, Ini Sejarah May Day

Ilustrasi, pekerja merayakan Hari Buruh setiap 1 Mei. May Day punya sejarah (foto: Antara)
Ilustrasi, pekerja merayakan Hari Buruh setiap 1 Mei. May Day punya sejarah (foto: Antara)

Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi agenda bersama  pekerja di Amerika Serikat.

Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, yaitu Peter McGuire dan Matthew Maguire. 

Pada 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut pengurangan jam kerja. 

Pada 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang. Mereka membawa spanduk bertuliskan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. 

Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian AS merayakannya.

ADVERTISEMENT

Kongres internasional pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini sepakat mengurangi jam kerja menjadi delapan jam sehari.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia, pada kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions.

Tanggal 1 Mei dipilih menjadi Hari Buruh atau May Day, karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat, dan direalisasikan per 1 Mei 1886.


Redaktur : Linda Teti Cordina

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING