Jelang Idul Fitri, Polres Blora Sidak Makanan Kadaluarsa

Jelang Idul Fitri 1140 H, Polres Blora rajin sidak makanan dan minuman kadaluarsa serta mengandung zat berbahaya (Foto : Ariyanto)
Jelang Idul Fitri 1140 H, Polres Blora rajin sidak makanan dan minuman kadaluarsa serta mengandung zat berbahaya (Foto : Ariyanto)

GenPI.co - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H / 2019 M tim gabungan dari Polres Blora bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Dinas perdagangan Blora, melaksanakan sweeping produk makanan-minuman yang kadaluarsa dan tidak layak konsumsi di 7 Kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hari pertama melaksanakan sidak, tim menemukan makanan yang diduga mengandung boraks, formalin dan rodamin.

Baca juga :

Hari Pertama Idul Fitri, Kebun Binatang Ragunan Tutup 

Pemerintah Gelar Rapat Persiapan Idul Fitri 2019 

Asyik, Bakal Ada WiFi Gratis di Area Gunung Kidul 

Jelang Idul Fitri, Polres Blora Sidak Makanan Kadaluarsa

Ketiga bahan berbahaya itu ditemukan saat tim gabungan melakukan sidak ke pasar tradisional Sido Makmur Blora, Senin, ( 13/05/2019). Sidak yang dipimpin langsung Oleh Kapolres Blora AKBP Antonius Anang ini menyisir seluruh pasar, terutama di bagian makanan dan minuman. Hasilnya, ditemukan kandungan Rodamin pada jajanan anak-anak seperti kerupuk dan juga kudapan ringan, dimana warnanya sangat mencolok. Setelah dilakukan pengecekan dengan Spektrofotometri UV, terlihat makanan tersebut menggunakan pewarna yang mengandung rodamin atau pewarna tekstil.

Sementara itu untuk makanan yang mengandung formalin di temukan pada ikan basah dan juga kerupuk mentah Yang masih di jual oleh sebagian pedagang. Namun untuk menyakinkan makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang berbahaya bakal dilakukan uji lanjutan di laboratorium. Boraks merupakan bahan yang biasa untuk mengenyalkan makanan, sedangkan formalin untuk mengawetkan mayat serta rodamin menjadi bahan baku pewarna pakaian.

Plt.Kadinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto, menjelaskan bahan-bahan berbahaya itu apabila menumpuk di dalam tubuh, apalagi saat dikonsumsi pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H 2019 bisa menyebabkan penyakit seperti kanker. Lilik menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan pembinaan kepada para pedagang UMKM supaya tidak lagi menggunakan bahan yang berbahaya untuk campuran makanan yang dijualnya.


Tonton lagi :


Redaktur: Ardini Maharani Dwi Setyarini

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER