Masjid Menyanan Peninggalan Diponegoro, Begini Kondisinya Terkini

Kondisi Masjid Menyanan saat ini (foto: Gus Wahid)
Kondisi Masjid Menyanan saat ini (foto: Gus Wahid)

GenPI.co— Masjid An Nur Diponegoro tempat ‘bersembunyi’ Pangeran Diponegoro di kawasan Pecinan Semarang, Jawa Tengah.

Mungkin tidak ada yang mengira, di gang sempit itu terdapat masjid kecil. 

Dengan lebar gang tidak lebih 1,5 meter, lurus menuju pintu utama masjid, berderet dengan rumah-rumah warga.

Baca juga:

Ramadhan Kareem, Menikmati Senja di Masjid Raya An Nur Pekanbaru

Greget, Masjid Ini Tadarusan Pakai Alquran Raksasa!

Lokasinya berada di Jalan Menyanan Kecil 309. Karena itu pula, tempat ibadah ini seringkali disebut Masjid Menyanan.

Masjid An-Nur Diponegoro adalah sebuah masjid kecil berlantai dua dengan ukuran 3x3 meter, yang diperkirakan dibangun pada 1650 oleh muslim Tionghoa kala itu.

Di samping kanan kirinya berdiri megah rumah-rumah warga China. Masjid ini terselip di antaranya, dan hanya terlihat kubahnya yang menjulang.

Meski tidak ada sejarah otentik, namun masjid ini kerap dikaitkan dengan keberadaan Pangeran Diponegoro saat berjuang melawan penjajah Belanda. Kabarnya, ia bersembunyi di sini sekaligus belajar mengaji.

Sesepuh Kampung Menyanan Imam Syafii menuturkan, sebelum menjadi masjid, bangunan itu hanya mushala. 

Saat ini Nampak utuh bangunan asli yang terdiri dari enam pilar dan pengimaman dengan tulisan nama-nama sahabat Nabi Muhammad SAW.

“Ada tulisan Abu Bakar as Shidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Dua makam di samping kiri juga sudah dipindah dan kini ditutup keramik,'' tuturnya.

Dituturkannya, mushola itu pernah hilang namun kemudian ditemukan lagi sekitar 1967. Saat ditemukan kondisinya sangat memprihatinkan dan tersembunyi di antara gedung-gedung tinggi.

Kemudian pada 1993 banguan kuno itupun direhab. Dan tampaklah wujudnya seperti yang sekarang ini terlihat.

Imam Masjid An Nur, M Kodirun (45) menambahkan warga di Gang Menyanan Kecil ini yang merupakan warga asli pribumi yang jumlahnya makin sedikit. Jumlah rumah juga tinggal enam, karena sudah dibeli Yayasan Kebondalem.

Gang di depan masjid sudah buntu, dulu tembus hingga jalan di dekat SMA Kebondalem. Masjid ini menjadi satu-satunya masjid di Kawasan Pecinan dan harus dijaga dilestarikan.

“Suara azan jangan sampai hilang. Selain warga, yang sholat di sini ya pekerja, buruh di sekitar Pecinan. Pas Ramadhan ya kami beraktivitas seperti biasa laksana masjid lain di bulan suci ini,'' imbuh Kodirun yang juga penjual nasi goreng keliling itu..

Ayo berkunjung ke Masjid Menyanan.


Tonton juga video ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER