Menpar Puji Bandara Belimbingsari Banyuwangi

Menpar di Bandara Belimbingsari Banyuwangi.
Menpar di Bandara Belimbingsari Banyuwangi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memuji kesiapan dan layanan bandara yang dilintasinya. Terbang Jakarta-Banyuwangi di mudik Lebaran 10 Juni 2018, dia sekaligus mengecek akses buat wisatawan #PesonaMudik2018 Lebaran.

“Progressnya bagus! Keren! Layanannya juga sangat siap dan bagus. Kemenangan itu direncanakan. Sukses dalam service excellent itu juga gol yang harus direncanakan. Saya melihat, sampai dengan hari ini terlayani dengan baik,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief memang concern dan melihat langsung progress pengembangan bandara, termasuk yang di Banyuwangi. Sebab, bandara adalah satu bagian penting dalam 3A Pengembangan Destinasi Wisata, yakni Akses, Atraksi dan Amenitas. “Itu rumus mengembangkan destinasi wisata, selain CEO Commitment, atau keseriusan bupati dan walikotanya,” ungkap Arief Yahya yang asi Banyuwangi itu.

Akses itu, kata Arief Yahya, ada 3 unsur penting. Yakni Airport, Airlines, dan Authority atau AirNavigation. “Mengapa bandara itu penting, karena 75% wisman ke Indonesia itu naik pesawat, via jembatan udara,” paparnya.

Bandara Blimbingsari ini memang mendapat perhatian Menpar Arief Yahya karena akan menjadi penunjang Pertemuan IMF-World Bank. Tepatnya Oktober 2018 mendatang di Bali.

“Saya melihat langsung progress pengembangan Bandara Banyuwangi dan bagus. Saya dapat info jika NAM Air mau buka rute Banyuwangi – Denpasar,” kata Arief Yahya. Jika Banyuwangi-Bali dibuka, maka wisman yang sudah explore Bali, bisa melanjutkan ke Banyuwangi dan sekitarnya.

Diterangkan Menpar, penerbangan ini akan dilayani dengn pesawat ATR 72-600. “Rencananya, penerbangan akan dilakukan sore menjelang malam, sekitar jam 18.00-19.00. Tapi masih menunggu persetujuan slot time di Bandara Ngurah Rai Denpasar,” terangnya.

Menurut Arief Yahya, penerbangan ini diperlukan untuk mendukung paket wisata ke Banyuwangi. Khususnya bagi peserta Pertemuan International Monetary Fund (IMF)-World Bank.

Menpar mengaku sudah bertemu dengan pihak NAM Air. Anak perusahaan Sriwijaya Air ini serius dalam membuka rute Banyuwangi. "Saya sudah bertemu NAM Air. Dan ini rencana akan kita Dorong secepatnya penerbangan ini," tambahnya.

Selain penambahan slot time maskapai, Sejumlah perbaikan juga dilakukan di Bandara Banyuwangi. Seperti penambahan luasan apron seluas 23.000 meter2, penebalan runway (overlay) dari PCN 27 menjadi 56, pelebaran runway dari 30 meter menjadi 45 meter, penambahan luasan parkir 1.000 meter2.

Semua pengerjaan itu ditargetkan selesai sebelum Oktober 2018, sekaligus mengantisipasi padatnya penerbangan saat pertemuan IMF - World Bank.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS