Mewujudkan Pariwisata Ramah Anak

Seorang anak bermain di Pantai Kuta. (Foto: TripAdvisor)
Seorang anak bermain di Pantai Kuta. (Foto: TripAdvisor)

Semangat Indonesia Incorporated kembali digaungkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Berkolaborasi dengan  Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI), Kemenpar ingin mewujudkan pariwisata yang ramah dan fokus terhadap keselamatan anak.

Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizky Handayani mengatakan, Kemenpar dan KPAI memandang penting menyampaikan himbauan untuk melaksanakan pariwisata dengan mengutamakan pada perlindungan anak. Terlebih saat musim libur sekolah dan libur lebaran 2018.

“Setiap pelaku usaha diwajibkan memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang mensyaratkan sejumlah ketentuan. Di situ selalu mencantumkan tentang kode etik pariwisata, termasuk tidak boleh ada narkoba, tidak ada eksploitasi anak dan bebas dari penularan HIV-Aids. Kalau salah satu itu ada, berati tidak bisa dapat TDUP,” kata Rizky Handayani di Jakarta, Senin (11/6).

Kolaborasi Kemenpar dan KPAI tersebut mengacu pada tugas dan fungsi KPA. Pertama ialah untuk menyampaikan masukan dan usulan perlindungan anak pada berbagai Kementerian dan Lembaga Negara.  Ini sesuai pasal 76 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Kedua, terkait penghormatan atas salah satu hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi yakni melaksanakan rekreasi. Hal tersebut juga disebutkan dalam Konvensi Hak Anak (KHA) Klaster VII pasal 31 bahwa salah satu hak anak adalah pemenuhan atas waktu luang, bermain dan berbudaya (child’s right to leisure, play and culture) yang wajib dilindungi oleh negara.

“Ada beberapa point yang kami himbau untuk para keluarga agar bisa memilih tempat wisata bagi anak. Yang ramah dan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan bagi anak sesuai dengan usia dan tumbuh kembang mereka,” ujar wanita yang kerap disapa Kiki itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kolaborasi antara Kemenpar dan KPAI. Menurutnya, saat ini di Indonesia berbagai destinasi sudah sangat ramah bagi keluarga dan anak-anak. Buktinya Pariwisata Indonesia diakui terbaik dan terbesar di dunia. Menurut laporan The Telegraph, pariwisata Indonesia masuk dalam Top 20 Fastest Growing Travel Destinations in the world.

“Kecepatan tumbuh kita sudah masuk standar dunia. Karena itu ia sering mengatakan bahwa dalam persaingan saat ini bukan yang besar makan yang kecil tapi yang cepat makan yang lambat,” ujarnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS