Sebelum kecelakaan Lion , Boeing Sudah Tahu Masalah Pada Max 8

Puing-puing pesawat Lion Air yang jatuh di Karawang. (Foto: straittimes.com)
Puing-puing pesawat Lion Air yang jatuh di Karawang. (Foto: straittimes.com)

GenPI.co - Boeing baru-baru ini mengungkapkan, mereka tahu bahwa penunjuk yang terkait dengan sensor kestabilan pesawat tidak berfungsi pada banyak pesawat 737 Max setahun sebelum kejadian Lion Air jatuh di Karawang. 

Perusahaan itu bahkan merencanakan untuk melakukan update  perangkat lunak pada waktu yang dijadwalkan. Namun menurut sumber yang paham dengan masalah ini, Boeing tidak pernah mengirimkan pernah perangkat lunak perbaikan yang dijanjikan, bahkan setelah Lion Air jatuh ke laut. Demikian dilansir dari CNN.

Sensor kestabilan yang dimaksud adalah teknologi  yang memasok data kepada perangkat lunak bernama Maneuvering Characteristic Augmentation System atau disingkat dengan MCAS. Perangkat lunak ini dirancang untuk mencegah pesawat gagal terbang karena posisi hidung pesawat yang terlalu mendongak.

Baca juga: Dituding Tinggalkan Jenazah, ini Klarifikasi Lion Air

Jika sensor merasa hidung pesawat terangkat terlalu tinggi maka MCAS akan memaksa pesawat untuk menurunkan posisi hidungnya agar secara umum badan pesawat berasa dalam posisi mendatar selama penerbangan. Pengendalian kestabilan penerbangan secara otomatis ini menjadi jualan utama Boeing, karena bisa memangkas biaya pelatihan pilot yang mahal.

Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Yasserina Rawie
Reporter
Yasserina Rawie

KULINER