Mata Air Umbul Jumprit memiliki Spiritual Tinggi

Para biksu sedang mengambil air Umbul Jumprit. (Foto: Isa)
Para biksu sedang mengambil air Umbul Jumprit. (Foto: Isa)

GenPI.co - Mata air Umbul Jumprit memiliki spiritual yang sangat tinggi. Umat Budha dari dalam maupun luar negeri sering mengunjungi Umbul Jumprit yang berada di Desa Tegalrejo, kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Biksu Diana Duta mengatakan, air di Agama Buddha mempunyai filosofi yang sangat tinggi, di mana air memberikan kehidupan ke semua makhluk hidup tanpa terkecuali.

"Kita sebagai manusia harus mempunyai sifat mirip dengan air yaitu memberikan kehidupan, artinya di dalam diri kita ada sebuah cinta kasih yang tidak terbatas dan cinta kasih inilah yang membuat hati kita tenang, tenteram, damai, dan membawa kebahagiaan bagi orang lain bahkan kepada semua makhluk," jelasnya.

BACA JUGA: Waisak, Biksu Ambil Air Berkah dari Umbul Jumprit

Ia menambahkan air mempunyai sifat rendah hati, dimana air ketika memberikan kehidupan dia tidak memilih kepada siapa pun dan air walaupun dihina, artinya ketika orang sudah menggunakan air dia buang di selokan, dikotori, dia tidak pernah marah, dia tetap memberikan sumbangsih kepada kehidupan.

"Begitu juga dengan kita sebagai manusia di dalam diri kita ada benih-benih kebaikan, cinta kasih yang sangat dalam, yang tidak terbatas, bukan hanya cinta pada diri kita, bukan hanya cinta pada keluarga, tetapi cinta kepada semua manusia dan kepada semua makhluk," tambahnya.

Selain itu menurut penelitian dari para Biksu menyatakan Air sendang (mata air) di Umbul Jumprit ini paling murni di antara air sendang lainnya di seluruh Indonesia

Mata air Umbul Jumprit ini dipilih menjadi sumber air suci perayaan Waisak Budha. Tiga hari sebelum hari H, para biksu dari sembilan aliran agama Budha berdoa bersama dan mengadakan puja bakti terlebih dahulu di altar yang terdapat di Umbul Jumprit sebelum mengambil air suci. 

Mereka mengambil air suci itu sebanyak dua belas ribu kendi dan botol kemudian dibawa ke candi Borobudur.

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER