Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Ini Cara Agar Ekonomi Masyarakat Tak Timpang Seperti Kata JK

Jusuf Kalla. (Foto: Antara/Fransiska Ninditya/aa.)
Jusuf Kalla. (Foto: Antara/Fransiska Ninditya/aa.)

GenPI.co - Ekonomi umat Islam pincang disebut pincang oleh Jusuf Kalla (JK). Tapi trik untuk menghindari ketimpangan itu ada. Semua dibuka akademisi politik Philipus Ngorang.

Bila ingin menhilangkan ketimpangan itu, Ngorang menyarankan masyarakat tidak menjual tanah kepada konglomerat.

BACA JUGA:  Terkuak! Kekuatan Politik di Balik Jusuf Kalla Sangat Mengejutkan

“Bangun kerjasama itu dengan konglomerat. Mereka punya uang dan mesin, masyarakat punya tanah,” ujarnya kepada GenPI.co, Jumat (20/6).

Ngorang mengatakan bahwa tanah itu bisa menjadi saham milik masyarakat dalam perusahaan itu.

“Masyarakat tak perlu jual tanah, cukup disewakan kepada para konglomerat dalam bentuk saham perusahaan,” katanya.

BACA JUGA:  Tokoh Top di Belakang Jusuf Kalla Dibongkar, Pilpres 2024 Memanas

Pengajar di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie itu memaparkan bahwa mekanisme itu tidak akan membuat masyarakat pemilik tanah menjadi terpinggirkan.

Hal itu juga dapat menjadi alat untuk melawan mekanisme pasar bebas yang terlalu berkuasa di Indonesia.

“Kalau dalam mekanisme pasar bebas, tanah itu dijual dan kepemilikan langsung beralih ke si pembeli tanah,” paparnya.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING