Hari ini Demo Lagi di Jakarta?

Pasukan Orange membereskan sisa-sisa aksi massa pada 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta. (Foto: Sapta/GenPI.co)
Pasukan Orange membereskan sisa-sisa aksi massa pada 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta. (Foto: Sapta/GenPI.co)

GenPI.co - Seruan untuk melakukan demonstrasi pada Jumat (24/5), muncul dalam bentuk pesan berantai dalam aplikasi perpesanan Whatsapp. Temanya masih sama dengan yang sebelumnya, yakni untuk menuntut dugaan kecuranganan yang terjadi pada Pemilu 2019.

Dalam pesan berantai itu, dikatakan Prabowo-Sandi akan ikut dalam demonstrasi yang disebut aksi jumat itu. Sementara yang memimpin adalah Ustadz Bernard. 

Baca juga: Polri Ngaku Belum Terima Surat Pemberitahuan Aksi Jumat 

Pesan itu juga mengklaim aksi ini melibatkan FPI dan didukung oleh para jawara. Demonstrasi dkatakan dilakukan setelah jam salat Jumat, berbarengan dengan kubu BPN Prabowo Sandi yang mengantarkan berkas gugatan mereka terhadap aksi kecurangan di Mahkamah Konstitusi

Meski belum dapat dipastikan kebenaran pesan berantai tersebut, namun Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah kabar aksi itu. Dilansir dari CNN.com, Danhil hanya mengatakan jika pihaknya tidak mengetahui rencana tersebut. 

"Jadi itu adalah murni aspirasi masyarakat. kami dalam posisi menghormati aspirasi masyarakat itu krn itu hak konstitusional mereka. Kalau ditanya apakah ada demo lagi hari ini, besok, kami ndak tau," kata Dahnil di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selasan, Kamis (23/5).

Baca juga: Seruan Aksi Jumat, Sandi : Kami Nonviolence, Itu Harga Mati! 

Pesan berantai mengenai rencana aksi demo itu dikomentari oleh masyarakat. Ridwan, warga Gunung Sindur, berharap ricuh sebagaimana yang terjadi pada 22 Mei tidak terulang lagi. “Boleh saja demo mah. Asal nggak rusuh kayak kemarin,” ujarnya kepada GenPI.co, Jumat (24/5). 

Sementara Aminuddin. Pria yang berprofesi sebagai sales alat kesehatan di Jakarta itu mengaku mendapat pesan berantai dari dari grup lingkungan perumahan. Namun ia tidak tertarik untuk menruskan kepada lainnya. Sebab, ia meanggap tak perlu demo.

“Kayaknya nggak perlu demo-demo, ikut aturan aja dengan menyampaikan gugatan ke MK tanpa perlu membawa massa. Biar nggak perlu nutup-nutup jalan lagi, apa lagi sampai terjadi ricuh,” tandasnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER