3.500 Umat Buddha Peringati Waisak di Candi Muara Takus Riau

Peringatan hari Waisak nasional 2563 BE/2019, di candi Muara Takus, kabupaten Kampar, provinsi Riau (Foto Heru / GenPI.co)
Peringatan hari Waisak nasional 2563 BE/2019, di candi Muara Takus, kabupaten Kampar, provinsi Riau (Foto Heru / GenPI.co)

GenPI.co - Keluarga Buddhayana Indonesia memusatkan peringatan hari Waisak nasional 2563 BE/2019, di Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (25/5). Kegiatan ini dihadiri sebanyak 3.500 umat Buddha, 60 orang biksu nasional dan para tamu undangan dari berbagai negara. 

Adapun berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksankan pada peringatan hari besar ini, yaitu parade bendera, parade pataka Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) oleh 26 provinsi, prosesi air suci, pradaksina, persembahan puja paritta, puja bakti dan meditasi, malam suci waisak dan dana paramita, pemberkahan, penutup puja bakti kemudian dilanjutkan acara festival candi Muara Takus, yakni pelepasan 2.000 lampion.

Dipilihnya Candi Muara Takus karena candi ini adalah peninggalan kerajaan Sri Wijaya, merupakan salah satu kerajaan Buddhis di nusantara. Dan salah satu upaya dalam melestarikan dan memperkenalkan kepada dunia, bahwa di Candi Muara Takus pernah ada sebuah kerajaan yang pernah berjaya di bumi nusantara.

3.500 Umat Buddha Peringati Waisak di Candi Muara Takus Riau
Sebanyak 3.500 umat Budha, 60 orang biksu nasional dan para tamu undangan dari berbagai negara hadir dalam peringatan hari Waisak nasional di Candi Muara Takus Riau (Foto Heru / GenPI.co)

Ketua I Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia, Bhante Thanavaro Mahatera menyampaikan, Makna waisak adalah memperingati tiga pristiwa penting yang terjadi terhadap guru sang Buddha Gautama, yaitu peristiwa kelahiranNya, pencapaian penerangan sempurna dan pencapaian parinibana atau wafatnya sang Buddha, yang mana terjadi ketika bulan purnama di bulan Waisak.

loading...

“Kegiatan ini merupakan perayaan hari besar agama Budha yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh Indonesia, juga merupakan sebagai bentuk rasa cinta tanah air kepada negara Indonesia,” kata Bhante Thanavaro.

“Walaupun kita berbeda suku, agama, ras dan golongan tetapi kita tetap satu didalam wadah Pancasila sebagai ideologi negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai moto negara kesatuan republik Indonesia,” tuturnya.

“Negara kita baru saja selesai dalam melaksanakan pesta demokrasi serentak. Jadi hendaknya kita bersatu kembali sebagai anak bangsa agar membuat negara ini bisa menjadi negara yang besar dan berjaya. Maka dari pada itu, kesatuan dan persatuan sangat dibutuhkan,” pungkasnya,


Redaktur : Maulin Nastria

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING