Wonogiri Masuk Zona Merah, Kematian Sangat Tinggi

Wonogiri Masuk Zona Merah, Kematian Sangat Tinggi - GenPI.co
Tim Kubur Cepat membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di Badran, Yogyakarta, Selasa (22/6/2021). (FOTO: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah/hp)

GenPI.co - Jumlah angka kematian pasien positif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri masih tinggi. Oleh sebab itu Wonogiri kembali masuk kategori zona merah persebaran Covid-19.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan peta risiko penularan Covid-19 sangat fluktuatif, artinya sulit diketahui sebaran Covid-19 itu sudah sampai mana saja.

Menurut Bupati yang akrab disapa Jekek ini, faktor yang menyebabkan Wonogiri masuk zona merah karena angka kematian pasien Covid-19 cukup tinggi.

BACA JUGA:  Hati-hati! Klaster Covid-19 Kudus Menyebar ke Sragen dan Wonogiri

Beberapa waktu lalu ada 25 warga Wonogiri yang meninggal dunia karena positif Covid-19 dalam sehari. Hal ini diduga mempengaruhi peta risko Covid-19 Wonogiri.

“Berdasarkan penelusuran yang kami lakukan bersama Satgas, pasien yang meninggal dunia banyak yang berasal dari luar daerah. Namun KTP-nya Wonogiri,” kata Jekek Dikutip dari Ayosemarang, Selasa 20 Juli 2021.

BACA JUGA:  Suparno Hadirkan Pompa Air Tenaga Surya Atasi Kekeringan Wonogiri

Jekek mengatakan, penambahan kasus Covid-19 Wonogiri saat ini sedikit. Angka penularan bisa ditekan. Namun karena ada sejumlah indikator untuk menentukan zonasi termasuk angka kematian, Wonogiri masuk zona merah lagi.

Ia tak menampik jika ada beberapa warga yang menjalani isolasi mandiri atau isoman di rumah meninggal dunia. Secara pasti, ia tengah menghitung jumlah warga yang meninggal dunia saat isoman.

BACA JUGA:  Kue Kering Gaplek dari Wonogiri Rambah Pasar Nasional

“Sebenarnya sudah ada kriteria khusus pasien Covid-19 yang bisa menjalani isoman. Maka pasien harus bisa terbuka mengungkapkan apa yang dirasakan dan riwayat penyakit yang dialami,” ungkapnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara