Awas, Peringatan Sumatera Selatan Kemarau dan Kekeringan

Awas, Peringatan Sumatera Selatan Kemarau dan Kekeringan - GenPI.co
Ilustrasi - Sebuah embung di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mulai mengering saat musim kemarau. (FOTO: ANTARA/Kornelis Kaha)

GenPI.co - Sejumlah daerah di Sumatera Selatan diprakirakan mengalami musim kemarau pada pertengahan Agustus hingga September 2021.

Perkiraan kemarau panjang tersebut ditandai dengan berakhirnya fenomena Madden Julian Oscilliation (MJO) sehingga tidak ada lagi potensi hujan.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (SMB II), Sinta Andayani mengatakan secara statistik geofisika bulan Agustus hingga September 2021 diprediksi tidak terjadi hujan dalam satu bulan penuh.

BACA JUGA:  Ini Provinsi yang Masuk Kategori Kemarau Sangat Panjang

Sehingga beberapa wilayah mengalami peningkatan suhu udara hingga 33-35 derajat Celcius.

Sementara kecepatan angin 20 km/jam yaitu Kota Palembang, Prabumulih, Kabupaten Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Banyuasin.

BACA JUGA:  Kemarau Tiba, Bumi Sriwijaya Siaga Karhutla!

"Tidak akan ada hujan, matahari akan bersinar terik sepanjang hari, air menyusut dan tanah menjadi gersang,” ujarnya seperti yang dilansir Antara.

Faktor yang menyebabkan musim panas sebulan tersebut karena massa udara kering yang berhembus dari Benua Australia telah sampai di wilayah Indonesia bagian barat.

BACA JUGA:  Kemarau, Sebagian Warga di Yogya Mulai Kesulitan Air Bersih

Dengan kondisi tersebut masyarakat mesti waspada dan mengantisipasi terjadi kekeringan yang semakin parah, yakni dengan menghemat penggunaan air atau membuat penampungan tambahan.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara