Suara Lantang Luhut, Bongkar Penyebab Kematian Akibat Covid-19

Suara Lantang Luhut, Bongkar Penyebab Kematian Akibat Covid-19 - GenPI.co
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: ANTARA

GenPI.co - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan membongkar penyebab tingginya kematian kasus Covid-19 sepekan terakhir.

Luhut menjelaskan, dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor.

"Kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, dan meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah," katanya dilansir dari Antara, Senin (26/7).

BACA JUGA:  Covid-19 Meledak Lagi di Eropa, Prediksi Ferdinand Terbukti

Luhut menjelaskan, hasil langsung di lapangan menemukan bahwa rata-rata pasien yang meninggal menderita komorbid atau belum menerima vaksin. 

"Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat," katanya.
 
Untuk angkah-langkah intervensi tersebut, yakni meningkatkan kapasitas ICU dari rumah sakit dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kematian tinggi.

BACA JUGA:  Klaster Pabrik, Kasus Harian Covid-19 di Banten Capai 1.250 Jiwa

Menyediakan isolasi terpusat dan terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.

Selain itu, dia menekankan kepada dinas kesehatan untuk berkoordinasi dengan TNI untuk memperoleh akses paket obat gratis dari Presiden Jokowi.
 
Untuk Satuan Tugas (Satgas) PPKM di level desa, harus diaktifkan dan melakukan pemantauan ketat terhadap warga yang terindikasi mengalami gejala covid-19.
 
Pemerintah secara berkala juga akan melakukan pemantauan angka kematian.
 
"Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan terputus," ucapnya. (*)

BACA JUGA:  Pemerintah Didesak Tangani Janda Kehilangan Suami Akibat Covid-19

Jangan lewatkan video populer ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara