Busana Unik Puan Maharani di Salah Satu Baliho, Ini Maknanya!

Busana Unik Puan Maharani di Salah Satu Baliho, Ini Maknanya! - GenPI.co
Ketua DPR RI Puan Maharani memakai baju adat Jambi di salah satu baliho di Cipondoh, Tangerang. Foto: Annissa Nur Jannah/GenPI.co

GenPI.co - Akhir-akhir ini wajah Ketua DPR RI Puan Maharani tampak menghiasi spanduk dan baliho di berbagai wilayah di Indonesia.

Seperti pada baliho di daerah Cipondoh, Puan menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.

"Jaga iman, jaga imun," begitulah pesan Puan dalam Baliho besar itu, berdasarkan pantauan GenPI.co.

Hal menarik dari baliho itu adalah potret Puan yang memperkenalkan baju adat daerah Jambi, yakni Tengkuluk Bai Bai.

Sebelumnya, Puan Maharani juga sempat mengenakan baju adat tersebut dalam perayaan HUT ke-75 RI pada 2020 lalu.

"Dan yang saya kenakan adalah tengkukuk Bai-Bai, pakaian adat Jambi," tulis Puan di akun Instagram @puanmaharaniri pada (17/8/2020).

Pakaian tengkuluk sendiri sudah ada sejak zaman kerajaan Melayu dan dikenakan oleh para perempuan dalam kegiatan sehari-hari.

Tengkuluk atau penutup kepala yang dikenakan Puan ternyata memiliki makna yang baik, yakni melambangkan adat kebiasaan bermusyawarah dan bermufakat.

Namun, tengkuluk sendiri memiliki berbagai model dan makna.

Jika rumbai mengarah ke kiri, menandakan bahwa yang mengenakannya masih gadis dan ke kanan sudah menikah.

Sedangkan, tengkuluk atau kuluk yang dikenakan cucu mantan Presiden Soekarno itu menunjukkan istri pemangku adat.

Puan nampak memadukan tengkuluk dengan baju kurung, songket, dan masker yang warnanya sejalan, yakni merah, hitam, dan emas. (*)

Video viral hari ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara