Tannya Roumimper, Si Cerdas Penyuka Bowling

Tannya Roumimper. (Foto: Instagram)
Tannya Roumimper. (Foto: Instagram)

Cantik, berpestasi, dan smart, itulah  atlet boling putri Indonesia Tannya Roumimper. Mentalitas dan skill-nya menjadi senjata menembus persaingan Asian Games 2018. Statusnya aman pada sepuluh besar vote atlet terfavorit @PesonaAsianGames2018. 

“Kerja keras sudah ditanamkan sejak bangku SMP. Setiap sore harus bolak balik Bandung-Jakarta untuk latihan bowling, lalu paginya sekolah. Jadi sudah terbiasa dengan beragam kesibukan. Hal sama saat ini, saya harus membagi waktu sekolah dengan persiapan di Asian Games. Semua ini harus menghasilkan prestasi,” terang Tannya, Senin (9/7).

Bicara soal reputasi, Tannya sudah menghasilkan beragam prestasi. Pada SEA Games 2017 misalnya, medali emas berhasil disumbangnya. Kerasnya rivalitas dunia bowling pro Amerika Serikat juga pernah ditembusnya. Bersama Sharon Limansantoso dan Putty Armein, Tannya bisa menyumbangkan medali perunggu dari nomor team trio putri Kejuaraan Dunia Boling 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS).

“Pelatnas jalan terus. Team terakhir tryout ke Hong Kong dan Macau. Kami tetap fokus, apalagi Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura menduduki urutan 3 besar dunia. Peluang prestasi masih terbuka. Permainan dan prosesnya belum berubah, tapi yang membedakan ketangguhan mentalnya. Mentalitas penting di bowling,” terangnya.

Baginya setiap turnamen punya target sama yaitu menghadirkan prestasi. Sebab, yang harus dilakukan adalah merobohkan 10 pin di track dengan panjang 60 kaki. “Setiap turnamen sama, pun halnya Asian Games. Ini tidak bisa di treatment sebagai sesuatu yang spesial. Sebab, bisa mengacaukan mental diri sendiri. Setiap turnamen bebannya sama. Persiapan matang dan seriusnya harus dilakukan,” tegasnya.

Beragam turnamen memang dijalaninya selama berada di Amerika. Harapannya, mematangkan aspek teknis dan non teknis. Turnamen itu diantaranya, PWBA East Hartford Open, PWBA Louisville Open, PWBA Greater Harrisburg Open, hingga US Women’s Open. Lalu, Tannya pun ditunggu PBA/PWBA Striking Against Breast Cancer Mixed Doubles pada 26-29 Juli.

“Saya masih menyisakan tournament di akhir bulan. Lokasinya di Houston. Setelah itu, baru kembali lagi ke Jakarta untuk join timnas dalam persispan Asian Games,” katanya lagi.

Menetap di Negeri Paman Sam sejak 6 Mei hingga 30 Juli, boling dan sekolah terus diseimbangkannya. Apalagi, Tannya tercatat sebagai mahasiswa Mount Mercy University, Cedar Rapids, Lowa. Program yang diambilnya Master Business and Administration (MBA). Sebelumnya, beasiswa didapatnya untuk program sarjana di Whicita State University.

“Schedule sebagai student athletes sangat menuntut kedisiplinan dan prestasi. Keduanya juga harus berjalan bersama,” jelasnya.

Karirnya pun terus menanjak. Pekan ini Tannya akan berada di Dallas. Agendanya menjalin kerjasama sponsorship dengan Hammer. Dan, tampaknya Tannya akan sering bolak balik Indonesia-AS. Sebab, program MBA-nya diprediksi selesai pada Mei 2020. “Menetap di AS setelah Asian Games masih belum tahu. Tapi, yang jelas akan bolak balik. Ada banyak opsi yang terbuka ke depannya,” tutur Tannya.

Dengan pesonanya, wajar bila Tannya masuk 10 besar vote atlet terfavorit #PesonaAsianGames2018. Mengacu update Senin (9/7), pukul 10.00 WIB, posisinya berada di strip enam. Tannya mengumpulkan 391 vote sebagai altet putri terfavorit. Posisinya terpaut jauh dari Wewey Wita dengan 1.086 vote. Kalau ingin Tannya menjadi yang terfavorit berikan dukungan di https://www.genpi.co/vote/asiangames.

“Hello teman-teman, mohon terus dukung saya, Tannya Roumimper, nomor 10 di program fans games #PesonaAsianGames2018. Satu vote dari kalian sangat berarti bagi saya. Terima kasih untuk support-nya selama ini,” pungkasnya

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter