Festival Sindoro Sumbing Temanggung Meriah, Ini Deretan Acaranya!

Brewing class di Wapitt (Foto: Gus Wahid United)
Brewing class di Wapitt (Foto: Gus Wahid United)

GenPI.co— Festival Sindoro Sumbing memang baru pertama kali digelar hasil kerja sama Pemkab Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. 

Didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui program Indonesiana, mereka ingin mengangkat kearifan lokal  melalui serangkaian acara kebudayaan.

Dengan tema ‘Lestari’, kegiatan ini memang mencoba tetap ramah lingkungan melalui pendekatan kreatif-kolaboratif. Dengan demikian menurut Kadisbudpar Kabupaten Temanggung Woro Andijani, diharapkan dapat semakin lestari alamnya, budaya dan juga masyarakatnya.

Baca juga:

I0 Destinasi Wisata di Temanggung, Kerennya Gak Nanggung!

Kuliner Juara dan View Eksotis Temanggung Saat Lebaran

“Ini memang baru pertama kali digelar. Namun demikian, kami tetap menargetkan ada kunjungan wisatawan baik lokal, domestik maupun mancanegara,” terangnya.

Dijelaskan, 33 ribu wisatawan digadang hadir dalam Festival Sindoro Sumbing. Digelar mulai 9 Juni 2019 melalui Panggung Jaranan, akan dilanjutkan Ngopi di Papringan pada 16 Juni.

Setelah itu pada 25 Juni ada Sarasehan Budaya, sehari berikutnya Workshop Kostum Jaran Kepang di Dusun Lamuk Gunung, Legoksari Kecamatan Tlogomulyo. 

Pada 6 Juli 2019 akan digelar pre-event JiFolk di Ngadiprono yang dilanjutkan acara inti JiFolk pada 19-20 di Alun-Alun Temanggung.

“Puncak Festival Sindoro Sumbing adalah pagelaran Sendratari Sindoro Sumbing pada 19-20 Juli di Lapangan Kledung Temanggung. Ini merupakan kolaborasi program dengan Pemkab Wonosobo,” tukasnya.

Untuk itu pula, pihaknya mengundang Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Jateng untuk ikut membantu promosi dan menjualkan paket wisata penunjang Festival Sindoro Sumbing. Mereka diajak berkeliling memburu sunrise di Posong, brewing coffee class di Wapitt, mengunjungi Situs Liyangan, melihat kondisi Bukit Kembang Arum serta Pikatan Water Park.

Ketua Asita Jateng Joko Suratno mengapresiasi langkah Disbudpar Kabupaten Temanggung. Pasalnya, selama ini potensi wisata di daerah kurang terekspos sehingga wisatawan juga kurang berminat berkunjung.

“Padahal ternyata Temanggung punya potensi alam dan budaya yang luar biasa. Saya kira wisatawan mancanegara dari Asia, punya peluang besar untuk didatangkan ke sini,” tandasnya.

Ditambahkan, panorama sunrise di Posong sangat memesona. Pemandangan tujuh gunung yakni Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Ungaran, Andong dan Telomoyo, tidak banyak dimiliki spot lainnya.

Hal ini merupakaan keistimewaan yang layak dijual ke wisatawan. Wisatawan dari Singapura, Malaysia juga sangat menyukai berburu sunrise karena mereka tidak memiliki spot serupa.

“Ditambah dengan kehadiran Festival Sindoro-Sumbing, kami yakin wisatawan akan sangat tertarik. Dimana di sela menyaksikan festival, mereka dapat mengunjungi destinasi-destinasi unggulan ini,” pungkasnya.

Festival Sindoro Sumbing Temanggung Meriah, Ini Deretan Acaranya!
Suguhan reog anak-anak di Kembang Arum (foto: Gus Wahid United)

Tonton juga video ini:


Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS