Produk Kerajinan dari Kain Tenun Diminati Pengunjung Jakarta Fair

Produk kerajinan dari kain tenun diminati pengunjung Jakarta Fair (foto: Antara)
Produk kerajinan dari kain tenun diminati pengunjung Jakarta Fair (foto: Antara)

GenPI.co— Pengunjung Jakarta Fair 2019 meminati kain tenun dan berbagai produk kerajinan yang terbuat dari bahan tradisional tersebut.

"Pembelinya lumayan banyak," kata Arif, yang menempati stan UMKM di Jakarta Fair, Jumat (14/6).

Arif mengatakan ia mampu membukukan omzet sekitar Rp9 juta per hari, lebih banyak dibandingkan menjual di tempat lain yang mendapat Rp5 juta per hari.

Baca juga:

Ajak Bocah ke Jakarta Fair Lebih Nyaman Sebab Fasilitas Kids Area

KAI Obral Diskon Tiket 20 Persen di Jakarta Fair

Dia menjual kain tenun dari sejumlah daerah, antara lain dari NTT, Lombok, Dayak,.

Produk kain tenun ia jual Rp100 ribu hingga Rp600 ribu, untuk yang sudah dijahit menjadi baju dipatok dengan harga Rp130 ribu-Rp350 ribu, tas Rp100 ribu-Rp250 ribu, dan ikat kepala dengan kisaran harga Rp50 ribu-Rp100 ribu. 

Seperti halnya Arif, Indah Anggraini, pelaku UMKM yang menjual kerajinan dari bahan alam juga mengatakan produknya banyak dilirik pengunjung Jakarta Fair.

Perempuan berusia 40 tahun itu termotivasi mengikuti pameran produk kerajinan di Jakarta Fair karena ingin memperkenalkan produk-produk lokal dan motif khas dari daerah asalnya, Bondowoso.

Selain itu, dia juga mengatakan ingin mempromosikan produk-produk yang berbahan alam seperti  yang ia jual.

"Di sini saya menjual produk berbahan kulit kayu, daun pandan, kain perca dan goni. Tujuannya ingin memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari alam," imbuhnya.

Produk kerajinan dari bahan alam yang ia jual di antaranya tas tangan seharga Rp200 ribu-Rp300 ribu.

Jakarta Fair 2019 berlangsung mulai 22 Mei hingga 30 Juni 2019.

Harga tiket masuk khusus Senin sebesar Rp25.000, sedangkan Selasa hingga Kamis Rp30.000, dan Jumat hingga Minggu Rp40.000 per orang.

Jakarta Fair 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).


Tonton juga video ini:


Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS