STP Bali Gelar Konferensi Asia

STP Bali. (Foto: Google Image)
STP Bali. (Foto: Google Image)

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali sukses menggelar Konferensi Asia di Bali, 4-6 Juli 2018. Output yang dibidik adalah lahirnya individu sebagai seorang pemimpin tangguh dan memiliki visi baru.

“Konferesi Asia ini sangat penting. Sebab, ada banyak informasi dan pengetahuan baru yang di share. Dengan berbagai pengetahuan baru ini, diharapkan lahir pribadi tangguh dengan karakter pemimpin,” ungkap Ketua SPT Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara, kemarin.

Konferensi itu mengupas jawaban menjadi pemimpin Asia di tengah arus perubahan. Berkolaborasi dengan Monash Business School dan Swinburne University of Technology, narasumber nomor wahid pun dihadirkan. Sebut saja Bill Harley (Universitas Melbourne), Kevin Lowe (Universitas Sydney), juga Cynthia Cherrey (Asosiasi Kepemimpinan Internasional).

Beberapa tokoh lokal juga dihadirkan. Ada Ali Ghufron Mukti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) hingga Rozan Anwar (Daya Dimensi Indonesia).  Byo-sapaan Dewa Gede Ngurah Byomantara-menambahkan narasumber sangat mencerahkan. Selain menginspirasi, paparannya itu juga bisa membangkitkan motivasi. “Tujuannya untuk memenangkan persaingan setidaknya di level Asia,” lanjut Byo.

Beragam materi diberikan secara mendetail. Salah satunya adalah peran Asia vital dalam hal pariwisata. Sebab, 60% populasi di dunia ada di Asia. Pada perkembangannya, benua ini menjadi destinasi utama Foreign Direct Investment (FDI). Zonasi ini bisa menarik sepertiga saham FDI global. Nilainya pun fantastis USD1,76 Triliun.

“Karakter dari Asia ini sangat unik. Dengan potensinya, Asia mampu mendominasi FDI pada beberapa waktu terakhir. Pemahaman dan tantangannya inilah yang coba disampaikan kepada audience. Hingga posisi tersebut menjadi stabil di Asia bahkan terus tumbuh ke depannya,” jales Byo lagi.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, program ini telah menguatkan posisi sumber daya manusia (SDM) dis ektor pariwisata.

“Konferensi ini telah menaikan grade SDM khususnya di sektor pariwisata. Masalah kepemimpinan ini memang vital, khususnya di sektor pariwisata. Sebab, target berkembang dan persaingannya semakin ketat. Diperlukan figur tangguh yang bisa membaca arah bisnis dan mencari solusi yang efisien.,” tutur Kiki-sapaan Rizki Handayani.

Menjadi tuan rumah, STP Bali berkolaborasi dengan beberapa latar belakang. Asosiasi Kepemimpinan Internasional pun digandeng. Badan ini merupakan organisasi sarjana dan praktisi kepemimpinan dari seluruh dunia. Selain itu, peran lokal juga ditingkatkan melalui Universitas Indonesia, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Padjajaran.

“Langkah yang dilakukan STP Bali ini luar biasa. Mereka mencoba menjawab kebutuhan mendasar dari kebutuhan bisnis di Asia. Program-program seperti ini harus sering digelar. Sebab, pariwisata Indonesia juga butuh pembaruan inovasi yang disertai dengan SDM kompeten,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter