Rumah Ibadah LA Sagrada Familia 137 Tahun Berdiri Tanpa IMB

Rumah Ibadah LA Sagrada Familia. (ist)
Rumah Ibadah LA Sagrada Familia. (ist)

GenPI.co - Selama berdiri 137 tahun, Rumah Ibadah La Sagrada Familia baru kali ini memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Terbitnya IMB itu berkat perjuangan pihak Sagrada Familia akan membayar 4,6 juta euro atau sekitar Rp 73,8 miliar.

Menurut Wakil Walikota Barcelona untuk Ekologi, Urbanisme dan Mobilitas, Janet Sanz, pemberian izin ini sebagai bentuk pemerintah yang tidak memberikan hak istimewa terhadap bangunan-bangunan yang di kota tersebut. Setiap bangunan wajib memiliki surat izin bangunan.

"Kami adalah pemerintah yang berani yang tidak mengizinkan hak istimewa," ucal Sanz.

Penerbitan IMB ini juga disertai dengan penandatangan bangunan bersejarah. Dalam surat tersebut ada uang denda yang dibayarkan kepada pemerintah.

BACA JUGA: Ini Tanggapan Lengkap Anies Soal Keluarnya IMB di Lahan Reklamasi

Nantinya uang tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek infrastuktur di kota Bacelona. Dan untuk timbal baliknya, pemerintah daerah Barcelona akan memberi izin pengerjaan dan penyelesaian konstruksi basilika tersebut sesuai desainnya.

Sejak bangunan La Sagrada berdiri, rumah ibadah ini sudah terdaftat sebagi Situs Warisan Budaya Dunia. Namun pemerintah setempah tidak pernah memberi izin secara resmi. Sehingga secara teknis terkendala administrasi dan dinyatakan ilegal.

Namun pada tahun 2018 yayasan rumah ibadah tersebut (Junta Constructora) bersedia membayar administrasi serta denda yang dibebankan, sehingga usai permasalahan administrasi selesai bangun ini tidak ilegal lagi.

Karya Gaudi pada bagian bangunan merupakan bagian dari Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO dan pada bulan November 2010 Paus Benediktus XVI mensucikan dan menyatakan bangunan tersebut merupakan basilika minor, sebagai pembeda dari katedral, tempat kedudukan uskup.

Pembangunan basilika Sagrada Familia dimulai pada tahun 1882 oleh arsitek Francisco Paula de Villar sementara Gaudi mulai terlibat pada tahun 1883 setelah Francisco mengundurkan diri sebagai arsitek utamanya. Sejak mengambil alih proyek tersebut, Gaudí menyesuaikan gaya arsitektur dan konstruksi basilica sesuai dengan gayanya, menggabungkan gaya arsitektur Gothic dan bentuk lengkungan lengkungan Art Nouveau.

Reporter : Winento

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER