Liputan Khusus

Tiket Pesawat Mahal, Dua Maskapai Ini Menang Banyak

Ketua KPPU Kurnia Toha. (ist)
Ketua KPPU Kurnia Toha. (ist)

GenPI.co - Tingginya harga tiket pesawat domestik Indonesia disinyalir disebabkan penguasaan pasar yang dilakukan oleh dua perusahaan atau duopoli. Kedua perusahaan yakni Garuda Indonesia dan Lion Air Grop dapat menentukan harga jual.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) masih mengumpulkan bukti terkait dugaan persaingan usaha tak sehat dalam penentuan harga tiket pesawat. Pasalnya, industri penerbangan saat ini disinyalir bersifat duopoli

Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan pihaknya belum bisa melanjutkan kasus ini ke persidangan karena bukti yang didapatkan belum cukup kuat. Setidaknya, KPPU membutuhkan dua bukti yang lebih berpengaruh. 

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Maskapai Asing Didukung Masuk ke Indonesia

"Jadi, memang terjadi duopoli. Duopoli sebenarnya tidak melanggar hukum karena itu kondisi industrinya. Kami selidiki ini karena ada indikasi itu (pelanggaran persaingan usaha)," ujarnya, 

Kenaikan harga tiket penerbangan domestik ini diindikasi terjadi sejak Desember 2018, Kenaikan harga tersebut terjadi secara bersamaan oleh beberapa maskapai. 

Hingga saat ini KPPU masih menyelidiki fenomena harga tiket pesawat domestik yang melambung tinggi, apakah ada kerjasama antar perusahaan atau tidak. Akibat kenaikan harga tersebut, disinyalir kedua perusahaan maskapai mendapatkan keuntungan besar.




Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS