Ahli Vulkanologi ITB Beber Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Ahli Vulkanologi ITB Beber Penyebab Erupsi Gunung Semeru - GenPI.co
Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas dan Lahar. Foto: ANTARA/jatim

GenPI.co - Ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung Dr.Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T. mengatakan, material aliran lahar yang terjadi di Gunung Semeru merupakan akumulasi dari letusan sebelumnya yang menutupi kawah gunung tersebut.

“Terkikisnya material abu vulkanik yang berada di tudung gunung tersebut membuat beban yang menutup Semeru hilang sehingga membuat gunung mengalami erupsi,” katanya, Minggu (5/12/2021).

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru erupsi pada Sabtu sore, (4/12/2021) sekitar pukul 14:50 WIB.

BACA JUGA:  Ramalan Jayabaya Soal Semeru Bikin Tegang, Pulau Jawa Terbelah

Mengutip dari Magma Indonesia, visual letusan tidak teramati, namun erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5160 detik.

Menurut Dr. Mirzam, saat terjadi erupsi warga cenderung tidak merasakan adanya gempa, akan tetapi tetap terekam oleh seismograf. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya material yang berada di dalam dapur magma.

BACA JUGA:  Letusan Gunung Semeru, 13 Orang Meninggal, Puluhan Warga Hilang

Ia menjelaskan, faktor Gunung Semeru bisa meletus. Ada tiga hal yang menyebabkan sebuah gunung api bisa meletus.

Pertama karena volume di dapur magmanya sudah penuh. Kedua, ada longsoran di dapur magma yang disebabkan terjadinya pengkristalan magma, dan yang ketiga di atas dapur magma.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Level 2, Begini Imbauan Pemerintah ke Masyarakat

“Faktor yang ketiga ini sepertinya yang terjadi di Semeru, jadi ketika curah hujannya cukup tinggi, abu vulkanik yang menahan di puncaknya baik dari akumulasi letusan sebelumnya, terkikis oleh air, sehingga gunung api kehilangan beban," tuturnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya