Harga Sawit Terus Merosot, Riau harus Fokus Garap Pariwisata

Ivent Pariwisata Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Riau, berhasil menyedot puluhan ribu wisatawan (Foto: Heru/GenPI.co)
Ivent Pariwisata Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Riau, berhasil menyedot puluhan ribu wisatawan (Foto: Heru/GenPI.co)

GenPI.co - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Decymus, di Pekanbaru, Jumat (12/7) mengatakan komoditas kelapa sawit tidak bisa terlalu diandalkan setelah harganya terus turun sejak 2017.

Harga yang rendah diprediksi terus berlangsung selama tiga tahun ke depan. Kondisi tersebut karena parlemen Eropa masih tetap akan melakukan pemberhentian penggunaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam biodiesel secara bertahap mulai 2020. Hal ini dilakukan karena perkebunan sawit dinilai tidak ramah lingkungan.

“Belum pastinya negosiasi dagang antara China dan Amerika Serikat, salah satunya mengenai impor kedelai Tiongkok dari Amerika Serikat juga turut menjadi risiko bagi pergerakan harga CPO dunia,” ujarnya.

BI juga memprediksi ekonomi Provinsi Riau pada tahun 2019 tidak hanya bisa bergantung pada komoditas minyak bumi dan kelapa sawit karena cukup banyak risiko yang mendorong pertumbuhan ekonomi Riau lebih rendah dari perkiraan.

"Kondisi perekonomian Riau masih dibayangi beberapa risiko yang berupa kepastian pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia yang masih menunjukkan tren bias ke bawah dari perkiraan semula," kata Decymus.

ADVERTISEMENT

Baca juga:

Suporter PSPS Serbu Perusahaan Minyak di Riau, Ada Apa? 

Karhutla 'Menahun', Kebakaran Landa 2 Hektar Lahan di Kampar Riau 


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING