Kemarau, Petani Tembakau Terpaksa Beli Air Hingga Panen

Agar kualitas daun tembakau tetap baik selama kemarau, petani menyiraminya menggunakan air yang dibelidari tempat lain. (Foto: Erwin)
Agar kualitas daun tembakau tetap baik selama kemarau, petani menyiraminya menggunakan air yang dibelidari tempat lain. (Foto: Erwin)

GenPI.co - Para petani di kawasan lereng Sindoro-Sumbing Jawa Tengah  mayoritas tengah menanam tembakau. Mereka  sedang merasakan imbas dari musim kemarau yang melanda sejak pertengahan Juni lalu.

Sebentar lagi sudah masuk masa panen tembakau yang sudah dinanti sejak ditanam pada akhir bulan Maret hingga April lalu. Ada rasa cemas panen tak maksimal akibat kekurangan asupan air.

Abdul Rohman, salah satu petani di kawasan perbatasan Reco-Kledung mengungkapkan, di tahun ini curah hujan bisa dikatakan sangat minim. Bahkan jika mengandalkan dari embun atau kabut saja, permukaan tanah tidak bisa menampung air yang cukup untuk tanaman.

“Kalau sedikit hujan memang bagus, tapi dengan tidak ada hujan sama sekali, beda. Bahkan tembakau kurang bisa tumbuh maksimal dan cenderung kering. Hasilnya sangat ringan ketika ditimbang dan nantinya saat dirajang juga tidak bagus,” ungkap Rohman kepada GenPI.co, Jumat (12/7).

Baca juga:

Pondok Baca Puspita, Taman Baca Mungil dengan Sejuta Harapan 

Jaring Wisatawan, 4 Pulau di Kepulauan Seribu Dipercantik 


Dijamin Gak Bakal Gerah, Angkot Tanah Abang-Kota Kini Pakai AC 


RELATED NEWS