20 Tahun Pakai Narkoba, Kok Nunung Tetap Gemuk? Ini Penjelasannya

Nunung saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (22/7). (Foto: Dok GenPI.co)
Nunung saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (22/7). (Foto: Dok GenPI.co)

GenPI.co - Komedian Nunung ditangkap bersama dengan suaminya akibat penggunaan narkoba jenis sabu-sabu di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7). Saat ditanya oleh pihak kepolisian Nunung mengaku mengkonsumsi kembali sabu-sabu sejak bulan Maret 2019, setelah sebelumnya juga pernah mengkonsumsinya sekitar 20 tahun lalu.

Tertangkapnya komedian Nunung akibat peyalahgunaan narkotika mengejutkan banyak pihak. Karena tubuh gemuk Nunung yang jauh dari kesan pengguna narkoba. Umumnya, pecandu sabu-sabu biasanya bertubuh kurus.

Baca juga:

Jalan Hidup Nunung, dari Penyanyi Panggilan Hingga Jerat Narkoba 

Dua Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Filipina Pasutri WNI 

ADVERTISEMENT

Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman Jakarta, dr, Putri Adimukti, menjelaskan kondisi tubuh Nunung yang tetap gemuk walaupun secara aktif mengonsumsi sabu-sabu. Mmenurutnya, ada banyak faktor penyebab seseorang menjadi gemuk atau mengalami obesitas.

Jadi pada kasus Nunung yang tetap gemuk, terjadi karena ada banyak faktor obesitas yang mempengaruhi.  Sehingga, konsumsi sabu-sabu tidak serta merta berpengaruh pada postur tubuhnya.

“Sabu-sabu memiliki efek stimulan yang berakibat pada peningkatan aktivitas fisik penggunanya dan diketahui juga memiliki efek menurunkan nafsu makan,” kata dr. Putri kepada GenPI.co (23/7).


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING