Pengamat: Ganjil Genap Harus Lingkupi Jabodetabek dan Motor

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyaratakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyaratakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno.

GenPI.co - Aturan ganjil genap di DKI Jakarta telah resmi diperluas ke dalam 16 rute baru. Hal tersebut diumumkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/8). 

Menanggapi perluasan rute aturan ganjil-genap, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyaratakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, berpendapat bahwa aturan tersebut seharusnya tidak hanya diterapkan di Jakarta, tetapi juga di wilayah Jabodetabek.

“Bikinlah kebijakan transportasi yang dapat berimplikasi lebih besar, bukan setengah-setengah. Apalagi hanya di Jakarta saja dilakukan, harusnya berlaku juga di wilayah Jabodetabek,” kata Djoko kepada GenPI.co, Rabu (7/8).

Baca juga:

Aturan Ganjil Genap Resmi Diperluas, ini Rute Barunya

ADVERTISEMENT

Perluasan Ganjil-Genap Jadi Solusi Kurangi Polusi Udara Termantap

Demi Menekan Polusi Udara, Motor Bakal Ikut Aturan Ganjil Genap?

Tak hanya itu, Djoko juga mengkritik kebijakan ganjil-genap yang hanya menyasar pengendara mobil atau kendaraan roda empat lainnya. Menurutnya, mobilitas yang paling besar di DKI Jakarta justru adalah sepeda motor. Itulah yang menurut Djoko harus dikurangi volumenya oleh pemerintah.


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA