Kraeng Anies, Panggilan Masyarakat Manggarai untuk Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kain songke dan ikat kepala sebagai simbol dirinya diterima menjadi bagian dari masyarakat Manggarai. (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kain songke dan ikat kepala sebagai simbol dirinya diterima menjadi bagian dari masyarakat Manggarai. (Foto: Istimewa)

GenPI.co - Ada momen Istimewa di hari kedua Festival Budaya Manggarai, Minggu (18/8) di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah. Acara yang dihelat oleh masyarakat Manggarai dispaora di Jakarta ini dikunjungi oleh seorang tamu terhormat. Dia adalah Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Sebagaimana adab orang Manggarai menerima tamu, kedatangan Anies pun disambut dengan sukacita. Masuk area festival, ia disambut dengan ‘kepok’, sebuah ritual penyambutan secara adat bagi tamu terhormat.

“Ite lonto lau siri bongkok sina Kebon Siri. Ho’o tu’ung le leson gah! Pa’ang olon ngaung musin, weki Manggarai Diaspora Jakarta, kudut kapu ite ngasang ema, kapu neho wela padut, kudut pola neka gomal! (Terjemahan bebas: Kami menyambut Anda, yang datang dari Kebon Siri (Balai kota). Inilah waktunya, seluruh masyarakat Manggarai Jakarta menyambut Anda sebagai ayah!)” demikian seorang tokoh masyarakat Manggarai menyapa Anies di dalam ritual Kepok itu.

Kepada Anies kemudian diserahkan seekor ayam jantan sebagai tanda penghormatan. 

“Terimakasih untuk sambutan yang amat hangat ini. Sebuah kebahagiaan bahwa masyarakat Manggarai telah ikut mewarnai ibukota Jakarta selama ini. Kami berharap hubungan baik antara masyarakat Manggarai di Manggarai, masyarakat Manggarai di Jakarta, dengan masyakarat Jakarta, makin kuat,” jawab Anies Baswedan.

Baca juga:

Festival Manggarai Melestarikan Jajanan Lokal


Perkuat Karakter Budaya Manggarai, KPM Gelar Festival di TMII


RELATED NEWS

Berita Tentang Mesin Waktu Terbaru dan Terkini Hari ini

KULINER