Peringatan Bencana Mataram Gunakan Kentongan dan Beduk, Efektif!

Peringatan Bencana Mataram Gunakan Kentongan dan Beduk, Efektif! - GenPI.co
Peringatan Bencana Mataram Gunakan Kentongan dan Beduk, Efektif!. Foto: ANTARA

GenPI.co - Peringatan bencana di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) nyatanya lebih efektif menggunakan kearifan lokal. Kentongan dan beduk merupakan 2 alat tradisional untuk memberikan sinyal bencana di kota itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, menyebut mitigasi bencana dengan kedua alat ini dinilai efektif memberikan peringatan dini bencana kepada masyarakat.

"Dua kearifan lokal itu masih kita manfaatkan sebagai mitigasi bencana. Lainnya, sudah berubah sesuai perkembangan zaman dan teknologi," ujar Sekretaris BPBD Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram dikutip ANTARA, Jumat (13/5).

BACA JUGA:  Desa Tanggap Bencana Rawat Kearifan Lokal dan Sains, Kata Ganjar

Menurutnya dua alat mitigasi bencana dari kearifan lokal tersebut biasanya akan dibunyikan ketika ada satu bencana yang terjadi di sebuah lokasi.

”Untuk beduk biasanya dilakukan masyarakat di masjid-masjid sedangkan kentongan dibunyikan di banjar-banjar umat Hindu," imbuhnya.

BACA JUGA:  Waspada 7 Titik Rawan Bencana Mudik Lebaran 2022, Kata KAI

Kentongan dan beduk hingga kini masih menjadi EWS (early warning system) atau sistem peringatan dini menjadi bagian penting dari mekanisme kesiapsiagaan masyarakat.

Ini karena peringatan dapat menjadi faktor kunci penting yang menghubungkan antara tahap kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

BACA JUGA:  512 Warga Aceh Barat Terdampak Parah Banjir Rob, BPBD Bergerak

"Kentongan dan beduk merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat," jelas Muzaki.

Berita Selanjutnya