Bos Taksi Malaysia Minta Maaf, Ojol Jabodetabek Akan Tetap Demo

Pengemudi ojol Jabodetabek tetap akan demo di Kedutaan Besar Malaysia, hari ini Kamis (29/8) meski bos taksi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, telah minta maaf. (Sumber foto: Antaranews)
Pengemudi ojol Jabodetabek tetap akan demo di Kedutaan Besar Malaysia, hari ini Kamis (29/8) meski bos taksi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, telah minta maaf. (Sumber foto: Antaranews)

GenPI.co —Kelompok pengemudi ojol Jabodetabek tetap akan melakukan aksi bela harga diri yang dilakukan di Kedutaan Besar Malaysia, meski pendiri Big Blue Taxi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, menarik perkataannya.

Salah satunya Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia yang tetap melakukan aksi. Namun aksi tersebut untuk memberikan apresiasi terhadap permintaan maaf Syamsubahrin.

"Kemungkinan kami tetap hadir ke Kedubes bersama rekan-rekan kami dari berbagai komunitas Ojol maupun elemen masyarakat yang ingin aksi, namun di sini kami hadir untuk memberikan apresiasi kepada pihak yang sudah membantu, yang sudah memberi pengertian kepada Malaysia, khususnya kepada Dubes Malaysia, sehingga pengusaha taksi ini bisa memohon maaf," ujar Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono yang dikutip dari kumparan.

Rencananya aksi akan dilakukan pada 30 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. Igun memperkirakan sekitar 500 perwakilan ojek online akan mendampinginya menemui pihak kedubes. 

"Rencana selesai salat Jumat kita akan datangi kedubes, namun ini bukan pengepungan lagi, namun datang bersama-sama untuk apresiasi. Kita akan menggelar press conference di lokasi untuk saling pengertian bahwa permasalahan ini sudah ditutup, sudah ada permintaan maaf, tuntutan kita sudah dipenuhi," tuturnya. 

Sebelumnya diberitakan, pemilik perusahaan taksi Big Blue asal Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyulut kecaman di Indonesia.

Baca juga:


Gojek-Grab Bakal Nambah Saingan, Ojol Baru Bermunculan


Reporter : Winento

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS