Kencing Sembarangan, Remaja Ini Hilang dan Mengalami Kisah Aneh

Ilustrasi - Melihat keramaian serupa gelaran karnaval di tengah hutan yang sepi (Sumber foto: Pixabay)
Ilustrasi - Melihat keramaian serupa gelaran karnaval di tengah hutan yang sepi (Sumber foto: Pixabay)

GenPI.co -- Begitu malang nasib dari bocah bernama Muhammad Nur Hafifi (16), usai kencing sembarangan. Naasnya, remaja yang masih duduk di bangku SMKN 2 Jember ini harus merasakan dingin dan gelapnya belantara hutan yang berada di sekitar perkebunan Durjo, Karangpring, Sukorambi, Jember setelah dilaporkan menghilang selama 2 hari.

Kejadian ini pun cukup menggegerkan keluarga, rekan dan masyarakat setempat. Peristiwa ini terjadi sejak Minggu 9 september 2019. Tim Sar, relawan dan kepolisian setempat langsung diterjunkan untuk mencari pelajar yang berasal dari Kelurahan Antirogo Kecamatan Patrang, Jember tersebut. Hingga pada 2 hari setelahnya atau Selasa 10 september 2019, Hafifi pun ditemukan dalam kondisi lemas dan linglung.

Kejadian hilangnya remaja ini bermula ketika ia tengah berburu ayam hutan di perkebunan tersebut. Bersenjatakan senapan angin, Hafifi bersama rekannya Hendra Riski Sahbana (20) dan Erief Wildaniar (21) masuk dan menyusuri beberapa titik yang disinyalir sebagai tempat ayam hutan tersebut bersarang.

Kencing Sembarangan, Remaja Ini Hilang dan Mengalami Kisah Aneh
Muhammad Nur Hafifi (16) (tengah) tampak linglung dan lemas usai ditemukan tim SAR setelah dinyatakan hilang dua hari (Sumber foto: Radar Jember)

Hingga suatu ketika, Hafifi izin ke teman-temannya untuk buang air kecil di sebuah pohon tak jauh dari lokasi mereka berburu. Karena perburuan tersebut tak membuahkan hasil mereka bertiga memutuskan untuk pulang menyudahi kegiatan tersebut.

loading...

Ditengah perjalanan masih disekitar tengah area perkebunan, motor yang dikendarai Hendra dan Riski mogok. Sembari mereka berdua memperbaiki motor mereka, Hafifi pamit untuk turun terlebih dahulu.

Hingga pada akhirnya, rekan Hafifi yang menyusulnya turun dibelakangnya tak menemuni jejak dari keberadaan Hafifi di pemukiman terdekat. Mereka pun sempat menunggu kedatangan teman mereka hingga malam hari dan akhirnya memutuskan untuk melaporkannya ke masyarakat dan para pihak yang berwajib.

“Dua orang saksi yang kami mintai keterangan sudah meminta korban supaya tidak kencing sembarangan, dan menjaga ucapan. Namun korban tidak tahan ingin kencing serta mungkin mengeluarkan kata kata yang kotor. Pada akhirnya, korban ini tersesat, tidak sampai ke rumahnya hingga malam hari,” ujar Kapolsek Sukorambi Akp Ribut Budiono dilansir dari radarjember.


Redaktur : Maulin Nastria

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING