Kabut Asap di Palangka Raya Kian Bahaya, WALHI Desak Pemerintah

Kendaraan melintas di jalanan yang diselimuti asap di daerah Panarung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019). (Sumber foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
Kendaraan melintas di jalanan yang diselimuti asap di daerah Panarung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019). (Sumber foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)

GenPI.co – Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah semakin memburuk, akibat kabut asap yang melanda di wilayah tersebut. Menurut data AirVisual pada hari Kamis (19/9), kualitas udara di Palangka Raya berada pada angka 1057 atau berada dalam kategori berbahaya.

Angka tersebut sangat mengkhawatirkan, karena standar angka 300 sudah menunjukkan kualitas udara yang berbahaya. Menanggapi hal tersebut, Manajer Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional, Wahyu A. Perdana mengatakan pemerintah harus segera bertindak dan mengakui bahwa kondisi udara di beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera sudah semakin buruk akibat kabut asap.

Kabut Asap di Palangka Raya Kian Bahaya, WALHI Desak Pemerintah

“Kondisi yang semakin memburuk dan tidak diakui, atau bahkan diklaim membaik akan berbahaya, karena akan punya dampak mennurunkan kesiapsiagaan baik di aparatur ataupun masyarakat,” kata Wahyu kepada GenPI.co (19/9).

Wahyu sangat menyayangkan kurangnya tanggung jawab presiden dan pemerintah dalam mengatasi bencana kabut asap di sejumlah wilayah di Indonesia.

Baca juga:

Sampit Alami Cuaca Ekstrem Kabut Asap Pekat


Kabut Asap Tebal, Bandara Batam Batalkan Penerbangan ke Pontianak


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS