Pokemon Festival Hadir di PIK, Hadirkan Banyak Kegiatan Menarik

Pokemon Festival Hadir di PIK, Hadirkan Banyak Kegiatan Menarik - GenPI.co
AKG Entertainment berkerja sama dengan Salim Group dan Agung Sedayu Group menggelar festival Pokemon terbesar di Indonesia. Foto: Ferry Budi Saputra/GenPI.co

GenPI.co - AKG Entertainment berkerja sama dengan Salim Group dan Agung Sedayu Group menggelar festival Pokemon terbesar di Indonesia yang dilaksanakan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, mulai 8 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.

General Manager AKG Entertainment Christina Lim menyampaikan Festival Pokemon terbesar di Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan penuh pihaknya untuk memberikan variasi hiburan bagi keluarga Indonesia.

Dia mengatakan akan ada banyak acara menarik di festival tersebut yang dapat diikuti oleh seluruh komunitas dan penggemar Pokemon.

BACA JUGA:  Sandiaga Uno Apresiasi Perkembangan Pokemon Sebagai Budaya Pop

"Kami optimistis Pokemon Festival di Jakarta dapat menjadi destinasi hiburan akhir tahun favorit bagi keluarga serta para penggemar Pokemon se-Asia Tenggara," ucap dia di PIK, Jakarta Utara, Kamis (8/12).

Sementara itu, Executive Director of Salim Group Axton Salim mengatakan Indonesia menjadi lokasi yang tepat untuk menggelar Pokemon Festival.

BACA JUGA:  Pokemon VSTAR Hadir dalam Game Kartu Koleksi, Keren Banget!

Axton menerangkan sejak 26 tahun lalu, Pokemon terus berinovasi menciptakan berbagai konten dan aktivitas yang dapat dinikmati banyak orang.

Menurut dia, Pokemon juga mewarnai perkembangan kegiatan permainan di Indonesia.

BACA JUGA:  Merchandise Pokemon Hadir di Indomaret, Ada 5 Stiker Lucu Banget

"Oleh karena itu, adanya Pokemon Festival Jakarta bisa menjadi salah satu milestone bagi perkembangan Pokemon di Indonesia,” ungkap dia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya
Jokowi, Pak Harto, dan ASEAN - JPNN.com

Jokowi, Pak Harto, dan ASEAN

Pak Harto berada di garis terdepan memimpin negara-negara anggota ASEAN untuk menahan laju komunisme di Asia Tenggara. Sekarang situasinya berubah.