Begini Respons UNMA Banten Terkait Paham Radikalisme

Simbol Radikalisme (NUonline)
Simbol Radikalisme (NUonline)

GenPI.co - Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menolak keras dikait-kaitkan dengan paham radikalisme ektrem dan terorisme.

Hal itu disampaikan Pimpinan Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten Ali Nurdin terkait adanya peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam Jend TNI (Purn) Wiranto beberapa hari lalu.

"Secara kelembagaan maupun perorangan, UNMA sama sekali tidak ada kaitannya dengan organisasi teroris. Seluruh materi pelajaran di UNMA Banten maupun di 2.000 sekolah dan madrasah Mathla’ul Anwar di seluruh Indonesia tidak ada sedikit pun yang mengajarkan paham radikalisme ektrem dan terorisme," ujar Ali dalam keterangannya.

BACA JUGA: Terkait Jaringan Teroris, Bripda Nesti Dipecat dari Polri

Ali menuturkan bila aparat yang berwenang mendapatkan bukti mengenai adanya keterlibatan guru, dosen, pegawai, mahasiswa atau civitas akademika UNMA Banten yang terindikasi menganut paham radikal ekstrem yang mengarah kepada tindakan terorisme, silakan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"UNMA Banten tidak akan ragu-ragu untuk memberhentikan setiap dosen, staf, maupun mahasiswa yang terbukti menganut paham radikal ekstrem dan menganjurkan terorisme," terang dia.

BACA JUGA: Ini Sosok Pelaku Penyerangan Wiranto, Pasti Nggak Percaya?


Terkait masih adanya masyarakat yang terpapar paham radikal ekstrem dan terorisme, UNMA Banten dan PB Mathla’ul Anwar telah menyatakan sikapnya mengutuk keras tindak kejahatan terhadap pejabat negara tersebut.


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS