BMKG Sebut 8 Daerah di NTB Siaga Bencana Kekeringan

BMKG Sebut 8 Daerah di NTB Siaga Bencana Kekeringan - GenPI.co
Cuacara cerah berawan di pantai Mapak, Mataram, NTB. (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww/pri)

GenPI.co - Sebanyak 8 daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi untuk mengalami kekeringan meteorologis.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kekeringan ini sebagai dampak dari kejadian hari kering berturut-turut.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Anggitya Pratiwi mengatakan daerah yang berpotensi level siaga kekeringan ini adalah Kabupaten Dompu (Kecamatan Kempo, Kilo, Pajo), dan Kabupaten Bima (Kecamatan Belo, Donggo, Lambitu Palibelo, Wawo, Wera).

BACA JUGA:  BMKG Sebut Kekeringan Dominasi Wilayah di Indonesia pada Juni-September 2024

Ancaman kekeringan juga bakal terjadi di Kota Bima (Kecamatan Raba, Rasanae Timur), Kabupaten Lombok Barat (Kecamatan Lembar), Lombok Timur (Kecamatan Sambelia), Kabupaten Lombok Utara (Kecamatan Bayan), Sumbawa (Kecamatan Labuhan Badas, Lape, Moyohilir, Sumbawa, Unter Iwes), dan Kabupaten Sumbawa Barat di Kecamatan Jereweh.

Anggitya menjelaskan hasil monitoring El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terakhir menunjukkan indeks ENSO (+0.168) terpantau berada pada kondisi netral.

BACA JUGA:  BMKG: NTB Mulai Alami Kekeringan

BMKG memprediksi indeks ENSO akan beralih menuju La Nina mulai Juni-Juli-Agustus (JJA) 2024.

Selain itu, nilai anomali SST di Samudera Hindia menunjukkan nilai IOD Netral (+0.08) dan diprediksi IOD positif akan berlangsung Juni hingga September 2024.

BACA JUGA:  Turun Tangan, Gardu Ganjar Beri Bantuan ke Korban Kekeringan di Pandeglang

Kondisi ini akan kembali netral hingga akhir tahun 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya