Pak Jokowi Sadarlah, Pertumbuhan Ekonomi Terus Melemah…

Presiden Jokowi bersama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, di Istana Merdeka, Kamis (26/9). (Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN)
Presiden Jokowi bersama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, di Istana Merdeka, Kamis (26/9). (Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN)

GenPI.co - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon Blak-blakan mengatakan, bahwa bayang-bayang Resesi Global kian jelas di depan mata.

Tak heran, berbagai lembaga internasional, mulai dari IMF, Bank Dunia, Credit Suisse, JP Morgan, hingga National Association for Business Economics telah memberikan sinyal mengenai gejala resesi ekonomi ini. 

Apalagi IMF, tahun ini bahkan sudah empat kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia. Pada April lalu, IMF masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 3,2 persen. Terakhir mereka telah menurunkannya menjadi tiga persen saja. 

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Tegas: Saya Mengharamkan Hal Itu

“Artinya, ekonomi dunia saat ini hanya tinggal menunggu waktu resesi. Terkait perekonomian Indonesia, Bank Dunia memproyeksikan di tengah perlambatan ekonomi global maka pertumbuhan ekonomi kita juga akan terus melemah,” kata Fadli Zon, Jumat (8/11).

Turki bahkan telah dinyatakan sah mengalami resesi sejak awal September silam. Selain berasal dari dinamika ekonomi politik global, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, British Exit (Brexit), resesi global juga dipengaruhi oleh gejolak di sejumlah negara yang terkena krisis utang sejak 2013 silam.

BACA JUGA: Sibuk Rapat, Mulan Jameela Nggak Nahan: Halo Sayang...


Fadli mengatakan dalam risetnya bertajuk Global Economic Risks and Implications for Indonesia, Bank Dunia menggambarkan setiap satu poin persentase (percentage point) penurunan ekonomi Tiongkok, akan berdampak pada penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,3 poin persentase.


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS