Anak Buah Anies: Sunter Agung Bukan Penggusuran, tapi Penataan

Warga korban penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara masih bertahan di puing-puing bangunan bekas rumah mereka, Sabtu (16/11). Foto: ANTARA/Fauzi Lamboka
Warga korban penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara masih bertahan di puing-puing bangunan bekas rumah mereka, Sabtu (16/11). Foto: ANTARA/Fauzi Lamboka

GenPI.co - Penggusuran bangunan dan tempat usaha warga di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11), disorot banyak kalangan. Ada yang pro. Ada juga yang kontra. Bagi anak buah Anies, yang dilakukan di Sunter Agung bukan penggusuran, melainkan penataan kawasan.

"Kami sudah memberikan imbauan, surat peringatan tiga kali, menerima perwakilan warga di kantor hingga bertemu koordinator warga di tempat tinggal mereka," kata Syamsul kepada Antara, di Jakarta, Sabtu (16/11).

BACA JUGA: Pak Anies, Warga Korban Penggusuran Sunter Agung Kasihan Nih...

Ada dialog yang terjadi. Dalam tiap pertemuan, menurut Syamsul, warga meminta agar direlokasi ke tempat lain. Tujuannya, warga bisa tetap mandiri. Bisa usaha kembali. 

Di sisi lain, pemerintah tidak mungkin mengorbankan fasilitas umum dan fasilitas sosial demi relokasi.

BACA JUGA: Warga Penggusuran Sunter Agung Marah, Gubernur Anies Ingkar Janji

"Kami menawarkan solusi agar mereka bisa direlokasi ke rumah susun, tetapi warga juga tidak mau," ujar Syamsul.


Bagi Syamsul, yang dilakukan pihaknya bukan penggusuran, melainkan penataan dan penertiban. Dari sudut pandangnya, bangunan-bangunan di Jalan Sunter Agung VIII melanggar ketentuan yang berlaku.


Redaktur : Agus Purwanto

RELATED NEWS