Meriahnya Pembukaan Festival Pesona Bupolo 2018

Suasana pembukaan Pesona Bupolo 2018.
Suasana pembukaan Pesona Bupolo 2018.

Pembukaan Festival Pesona Bupolo 2018 berlangsung meriah. Ribuan manusia kumpul di Lapangan Pattimura Namlea Kabupaten Buru, pada hari Jumat, 12 Oktober 2018.

Acara yang juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Buru.

"Terima kasih kepada Kemenpar yang hadir dan meninjau langsung acara kami ini. Kami sangat berharap Festival Pesona Bupulo bisa menjadi calender of event di tahun mendatang, dan kami siap terus memperbaiki diri karena pariwisata bisa menyejahterakan masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buru Istanto Setyahadi.

Acara Festival ini di hadiri oleh Kepala bidang area IV, mewakili Asisten Deputi Pemasaran I Regional III.  Festival tersebut juga bersamaan dengan hari ulang tahun Kabupaten Beru yang ke-19. Sementara itu, Bupati Kabupaten Buru Ramly Umasugi juga mengatakan hal yang sama. Pariwisata bisa mengangkat ekonomi wilayahnya selain sektor-sektor unggulan di Kabupaten Buru.

"Pariwisata itu langsung terasa ke masyarakat, pariwisata itu langsung bersentuhan dengan masyarakat, dan pariwisata itu bisa langsung membangun masyarakat,"ujar Bupati yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah masyarakat yang hadir. 

Terpisah, Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, saat ini pariwisata menjadi salah satu bisnis utama atau “core business” Indonesia. Pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa serta lapangan kerja paling besar dan mudah.

Pada 2016, devisa pariwisata mencapai US$ 13,5 miliar per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) sebesar US$ 15,9 miliar per tahun. Padahal pada 2015 lalu, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Saat itu, pariwisata di bawah sektor migas sebesar US$ 18,5 juta, CPO US$ 16,4 juta, dan batubara US$ 14,7 juta. Namun akibat jatuhnya harga migas dan batu bara, konstelasi sektor penyumbang devisa berubah. CPO menjadi raja dan pariwisata menyodok ke atas sektor migas dan batubara.

Tahun 2017, sumbangan devisa dari sektor pariwisata melesat menjadi sekitar US$ 16,8 miliar. Angka ini diprediksi akan meningkat 20% menjadi sekitar US$ 20 miliar pada 2018.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER