FestivalCrossborder Keerom

Penegasan Teori Ras Muhammad Effect di Keerom

Ras Muhammad selalu diidolakan masarakat Papua yang menggandrungi musik reggae. (Foto: Google Image)
Ras Muhammad selalu diidolakan masarakat Papua yang menggandrungi musik reggae. (Foto: Google Image)

Selalu ada tempat bagi Ras Muhammad di bumi Papua. Kali ini sang duta reggae Indonesia akan menyapa publik Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Panggungnya Crossborder Festival Keerom 2018. Shownya segera digelar pada pertengahan November ini.

Optimalisasi jumlah kunjungan wisman terus dilakukan di zona perbatasan. Pun demikian dengan event Crossborder Festival Keerom, 14-17 November 2018, pukul 10.00-16.30 WIT. Venuenya ada di Lapangan Sepakbola Swakarsa, Keerom, Papua. Festival ini dijamin meriah dengan Ras Muhammad sebagai menu utamanya. Pesonanya sebagai penarik massa di perbatasan pun sudah terbukti.

“Musik reggae ini sangat digandrungi di Papua. Ras Muhammad ini adalah figur musisi reggae terbaik. Kehadirannya pun selalu dinantikan oleh masyarakat, baik lokal maupun mancanegara,” ungkap Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, Selasa (6/11).

Ras Muhammad adalah magnet terbaik penarik wisatawan di Papua. Hal ini sudah dibuktikan berulang kali di Festival Crossborder Skouw 2018 pada 7-9 Agustus silam. Event ini sukses besar. Sebab, khadiran Ras Muhammad mampu menarik kunjungan 4.000 hingga 5.000 wisatawan Papua Nugini. Atas dasar ini pula, edisi kedua Festival Crossborder Skouw 2018 pun digelar pada 25-27 Oktober kemarin.

“Pasar di sana sudah jelas. Mereka ini penikmat musik reggae. Makanya, optimalisasi penampilan selalu diberikan. Harapannya, feedback yang muncul juga sangat positif,” terang Giri Adnyani.

Terus mengulang sukses versi Skouw, format serupa juga ditampilkan di Crossborder Festival Keerom. Dengan tema ‘Satu dalam Keberagaman’, Ras Muhammad pun tetap ditempatkan sebagai trigger. Slot lainnya diisi oleh Dave Solution. Tumbuh di Bumi Papua, Dave Solution pun memiliki basic massa yang besar. Kolaborasi ini pun disempurnakan oleh Mixmate Band asal Papua Nugini.

“Formulasi ini sangat paten. Beberapa kali diujicobakan, hasilnya sangat positif dan memuaskan. Yang jelas, ada banyak kemeriahan yang ditawarkan dalam event ini. Jadi, jangan sampai Crossborder Festival Keerom terbaik ini terlewatkan begitu saja,” tegasnya Giri Adnyani lagi.

Memberikan banyak pilihan, konsep pesta reggae ini akan dikolaborasikan dengan konten lain. Ada tari tradisional hingga bazaar. Kaya dengan budaya, Keerom ini memiliki banyak tarian unik. Sebut saja, ada Tari Cenderawasih. Tarian ini melegenda berasal dari Kampung Ampas, Distrik Waris. Keerom ini juga memiliki kekayaan berupa Poksom.

Selain budaya, Keerom juga penghasil beragam hasil kerajinan tangan. Beberapa prodak diantaranya, tas dengan bahan baku kulit kayu.

Optimalisasi potensi crossborder untuk mendulang wisman pun diapresiasi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan jadi #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok menuturkan, formulasi terbaik menarik kunjungan wisman ini harus diberikan. Namun, inovasi dan penyegaran kemasan harus diberikan.

“Konsep musik reggae ini terbukti efektif untuk menarik perhatian wisatawan Papua Nugini. Kami pun selalu mengingatkan, kemasan fresh harus diberikan. Harapannya, agar wisatawan tidak bosan. Yang jelas, experience terbaik harus diberikan bagi wisatawan,” tutupnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter