Kemenpar Gelar Sales Mission Wonderful Indonesia di Filipina

Kementerian Pariwisata mengadakan Sales Mission Wonderful Indonesia pada hari ini, tanggal 3 Desember 2018 di Manila, Filipina. Sebanyak delapan Tour Agents dan Tour Operators (TA/TO) dari Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat akan mempromosikan destinasi pariwisata unggulan Indonesia ke sedikitnya 100 pelaku industri pariwisata di Filipina. 

Kegiatan Selling ini dilaksanakan dalam rangka menggencarkan promosi pariwisata dengan menyasar wisatawan mancanegara (wisman) dari pasar Filipina. Tahun ini, Kemenpar menargetkan pencapaian jumlah kunjungan wisman sebesar 17 juta wisman dan diharapkan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada tahun 2019.

Filipina sebagai salah satu pasar utama wisman diharapkan dapat menyumbang sebanyak 180 ribu orang pada tahun 2018 dan diharapkan akan meningkat sebanyak 260 ribu wisman pada tahun berikutnya. Pencapaian jumlah kunjungan wisman asal Filipina hingga Oktober 2018 mencapi 179.600 orang, atau 99,8% dari target 180.000 orang.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III, Muh Ricky Fauziyani, menyampaikan bahwa Filipina merupakan salah satu fokus pasar wisman di unit kerja Regional III selain Timor Leste dan Papua Nugini atau yang kami sebut dengan Cross Border. Dengan pencapaian kunjungan wisman Filipina saat ini, masih tersisa tiga bulan agar target kunjungan wisman tercapai. Kemenpar tengah menggencarkan program promosi baik Sales Mission maupun Familirization Trip Program dengan melibatkan industry pariwisata dari kedua negara guna mendukung Selling paket-paket tour destinasi unggulan.

Sales Mission Wonderful Indonesia di Manila akan diselenggarakan di Dusit Thani Hotel.

Kemenpar berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila untuk mengundang TA/TO di Filipina dengan harapan kegiatan B2B tersebut menyasar tepat khususnya pada industi parwisata yang menjual paket paket tour ke Indonesia.

Keikutsertaan industri pariwisata asal Sulawesi Utara guna mendorong penerbangan langsung Philippines Airlines dari Davao, Filipina ke Manado yang rencananya akan dimulai awal tahun depan. Sementara hadirnya industri pariwisata asal Nusa Tenggara Barat pada kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pada pemulihan promosi pariwisata Lombok pasca gempa bumi. Industri asal NTB akan menjual paket tour destinasi khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi  Pariwisata Prioritas yang tengah dikembangkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC Mandalika).

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan kegiatan B2B ini merupakan salah satu upaya untuk melanjutkan program promosi Kemenpar yang sebelumnya berfokus pada branding dan advertising. Dimana Kemenpar mulai menggencarkan strategi Selling terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional dan sales mission untuk mempromosikan Wonderful Indonesia.

Kegiatan ini menjadi penting mengingat Indonesia dan Filipina merupakan kedua negara yang memiliki kedekatan baik secara geografis maupun hubungan internasional. Selain promosi dan selling destinasi wisata, konektivitas juga merupakan hal penting karena akses tersebut mempermudah wisman Filipina berkunjung ke Indonesia. Saat ini, telah ada tiga maskapai yang terbang dari Manila ke Jakarta dan Manila ke Denpasar dengan maskapai Cebu Pacific, Air Asia dan Philippines Airlines.

Survey pasar menunjukkan minat wisman asal Filipina yang tertarik berkunjung ke Indonesia untuk menikmati wisata belanja dan kuliner. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan awareness terhadap pariwisata Indonesia meningkat. Selain itu, ajang bisnis tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri pariwisata untuk memperluas jejaring (networking) dan membuka pangsa pasar baru di tengah
perkembangan industri pariwisata yang dinamis.(*)

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter