Sigale-gale Tarian Mistis dari Suku Batak

Tarian Sigale-gale
Tarian Sigale-gale

Tari Sigale-Gale merupakan kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara, yang terkenal karena sisi mistisnya. Awalnya digelar dalam suasana kesedihan Raja Batak Samosir karena anak laki-laki satu-satunya meninggal dunia. 

Untuk mengobati kesedihan Raja, tarian ini digelar dengan properti boneka anak laki-laki. Saat ditarikan, boneka ini akan dimasuki roh halus sehingga bisa bergerak sendiri. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. 

Dalam pertunjukannya, boneka sigale-gale biasanya dimainkan oleh beberapa orang dengan cara memegang tali untuk menggerakkan boneka tersebut. Dengan diiringi musik tradisional boneka tersebut digerakan seperti menari layaknya manusia. Selain itu dalam pertunjukan Tari Sigale-Gale ini juga terdapat beberapa penari yang menari mengikuti boneka sigale-gale tersebut. 

Salah satu keunikan dari tarian ini adalah gerakan boneka sigale-gale yang menyerupai gerakan manusia. Pertunjukan Tari Sigale-Gale biasanya diiringi oleh musik tradisional yang sering disebut dengan musik gondang, yang terdiri dari suling, gendang, dan gong. 

Kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Sigale-Gale adalah busana tradisional khas Batak Samosir, lengkap dengan kain ulos. Selain para penari, boneka kayu sigale-gale juga dilengkapi dengan busana tersebut, sehingga terlihat seperti layaknya manusia dan terlihat serasi dengan penari yang mengiringinya.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tarian ini dilakukan untuk mengantar arwah mendiang yang meninggal. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini mulai jarang dilakukan. Untuk menjaga serta melestarikan tradisi dan budaya mereka, Tari Sigale-Gale ini kemudian dikembangkan sebagai tarian pertunjukan. Ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana.


Reporter: Yasserina Rawie

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS